Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

10 Prediksi Tren Sosial Media Tahun 2021

Social Media Trends 2021

Artikel ini membahas tentang Tren media sosial atau social media trends tahun 2021 nanti 

Media sosial menjadi sangat penting tahun pademi ini. Mengapa demikian? karena semua orang mulai berlalih cara bersosialisasinya yang awalnya nyata bertatap muka harus bersosialisasi jarak jauh dan bertukar sapa dengan media sosial.

Banyak media sosial yang naik daun akhir-akhir ini karena adanya work from home yang mengakibatkan banyak orang penat dan bosan dengan keseharian yang begitu-begitu saja. Misalnya seperti Twitter, Instagram, dan juga TikTok.

Dunia pemasaran juga mulai beralih ke digital marketing khususnya fokus pada social media marketing demi bisa memasarkan produknya, mengenalkan dan juga membranding diri (personal branding). Nah, bagaimana dengan tahun 2021 nanti? apakah masih sama atau ada tren yang berubah untuk media sosial?

Social Media Trends di Tahun 2021

Ingat ya, namanya prediksi atau ramalan tidak ada yang 100% benar. Pembuatan prediksi ini hanya berdasarkan data yang akhir-akhir ini terjadi dan kira-kira bagaimana untuk 2021 nanti. Apalagi ditambah dengan adanya Covid-19 yang masih ada. Semoga segera selesai sehingga semua akan normal.

10. Remixing Is The New UGC

Cara mudah memahami tren ini adalah bagaimana caranya interaksi antara pemilik (pemegang media sosial) dengan para pengikutnya atau pelanggannya. Nah cara interkasi ini dibuktikan dengan adanya "Retweet" atau "Repost" postingan konsumennya.

Dengan adanya ini maka konsumen menjadi lebih dianggap ada dan diperhatikan oleh sang pemilik akun besar/selebrgam/atau produk tertentu. Loyalitas akan terbentuk.

9. Covid-19

Masalah Covid-19 masih akan trending khususnya untuk 3 bulan awal di tahun 2021 nanti (Q1). Pembahasan terkait dengan Community, Contactless, Cleanliness, dan Compassion masih terus digaungkan. 

Oleh karena itu, perlu adanya konsep baru atau ide mengemas 4C diatas menjadi lebih menarik dan tidak membosankan dan bagaimana caranya edukasi ini juga dibarengi dengan adanya penjualan bagi yang sedang menjalankan bisnis.

8. Memetic Media

Postingan yang berisi lucu-lucuan yang up to date masih tetap berlangsung dan mungkin tidak pernah sirna ya. Yang perlu diperhatikan adalah jangan garing. Kita sudah penat dengan adanya covid-19 eh malah lawakannya garing nanti dihujat netizen malahan. Hehe.

7. Nostalgia

Tema nostalgia akan lebih mendapatkan perasaan dan perhatian secara psikologi bagi banyak orang. Apalagi dengan adanya HIBERNASI mulai maret-sekarang di Indonesia dengan adanya pandemi.

Orang marketing harus paham bagaimana mengemas ini apalagi jika pangsa pasarnya adalah mereka yang sekarang berumur 20 - 27 tahun. Bisa dengan memunculkan kenangan pada tahun 90an atau kenangan sewaktu sekolah dasar atau SMA.

6. Conversational Marketing

Menekankan pada obrolan dua arah. Ya namanya obrolan pasti dua arah ya namanya manusia. Brand yang bisa mengajak audiens, visitor atau pelanggannya saling akrab maka kepercayaan dan loyalitas akan bisa beriringan naik.

Sering-sering membalas komentar pengunjung, balas DM, replay dengan ramah dan ceria serta usahakan menggunakan sapaan yang lebih manusiawi (sebut nama biar tidak seperti BOT).

5. Social Gaming

Buat cerita atau postingan yang berkaitan dengan games. Tahun 2021, games tidak akan lepas dari kehidupan kita apalagi buat anak milenial dan Gen Z. Nah, yang perlu disiapkan adalah bagaimana mengemas game ini menjadi ke ranah sosial/percakapan.

Bisa saja buat give away, atau lomba/kompetisi, atau sekadar membuat meme percakapan pada karakter dalam games.


4. Voice and Podcast

Marketing ataupun membangun brand di dunia digital tidak hanya dengan menggunakan artikel atau konten video, tetapi sekarang sudah berkembang lagi di dunia suara.

Salah satuny adalah voice (fitur di twiter untuk iOS) dan Podcast. Sekarang banyak orang yang penat dan banyak kerjaan, sehingga alokasi waktu untuk membaca menjadi kurang. Untuk memudahkan itu dan bisa disambi bekerja ya dengan mendengarkan.

Kayak kembali lagi ke radio, podcast atau voice bisa berisi percakapan beberapa orang atau mungkin cerita monolog satu orang saja. Bedanya adalah kita bisa memilih tema sesuai dengan kesukaan kita. Jadi, konten-konten dengan suara saja perlu dikembangkan lagi dan diproduksi dengan baik.

Platform : Spotify, Youtube, Voice twitter, Instagram, dll.

3. Social Media Giants Adapt To The New Normal

Adaptasi New Normal berefek pada akan munculnya fitur baru dari social media besar seperti Instagram, Facebook, Twitter, Tiktok, dan Youtube. Tugas kita adalah bukan menolak tetapi mempelajari dan beradaptasi supaya bisa diaplikasikan dalam digital marketing.

Seorang digital marekting harus update baik mulai dari fitur sampai algoritma yang berubah, apalagi Google juga akan merilis algoritama baru yang berefek pada SERP serta optimasi SEO yang baik.

2. The Rise of Digital Disinformation

HOAX tetap menghantui dunia maya. Bagaimana untuk marketing? pelajari dengan baik yang namanya social media crisis manahgement

1. The Impact of Socially Conscious Audiences

Setelah pulih dari pandmei, isu-isu terkait lingkungan, pendidiikan, dan juga iso sosial akan naik lagi. Tugas dari CEO atau perusahaan adalah segera merencanakan CSR untuk strategi kedepan. Tidak hanya menjual produk dan mendapatkan profit, tetapi sebagian profit juga harus dibagikan (share) untuk kepentingan sosial dan alam.

Sumber : Hubspot.com | The Social Media Trends Report: A Detailed Report to Drive Your Social Media Strategy Forward

Siap gak siap ya harus siap karena kita hanya pengguna (media sosial tersebut). Jika ada yang baik harus dimanfaatkan dengan baik tetapi jika ada yang kurang baik maka kita perlu mengedukasi yang lain supaya lebih arif dan bijaksana dalam bermedia sosial.

Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "10 Prediksi Tren Sosial Media Tahun 2021"