Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Andaikan Hidupku Seperti Menantikan Datangnya Buka Puasa



Bulan penuh berkah dan ampunan telah datang yaitu Bulan Ramadan. Ramadan sudah ditunggu-tunggu oleh semua Umat Islam di seluruh dunia ini. Dalam Bulan ini terdapat tiga keistimewaan yaitu Rahmat, Maghfiroh, dan dijauhkan dari api neraka. Dilansir dari nu.or.id, sebagai berikut:

Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka
Puasa diawali dengan makan dimalam hari menjelang waktu subuh (sahur) dan diakhiri dengan berbuka puasa (saat waktu magrib) telah datang serta dilakukan selama satu bulan penuh.

Andaikan saja dalam kehidupan sehari-hari kita menikmati hidup seperti halnya menunggu buka puasa. Buka puasa sangat ditunggu-tunggu karena ini adalah bagaimana kita bisa merasakan rezeki untuk makan selama menahan makan dan minum seharian.

Memang puasa yang benar adalah tidak hanya menahan makan dan minum tetapi makan dan minum adalah salah satu hawa nafsu yang wajib dilakukan yang paling utama. 

Pagi sudah mulai lapar, dilanjutkan bekerja di sawah, ladang, lautan dan udara yang memiliki hawa panas yang menguras keringat dan energi. Kemudian, siang istirahat untuk menjaga tubuh supaya tidak kelelahan dan diiringi dengan ibadah 5 waktu, membaca kitab, berita dan buku-buku sambil menunggu sore. Terakhir ditutup dengan berbuka puasa.

Saat buka puasa pasti kita akan sadar bahwa sejatinya kita tidak perlu untuk makan dan minum banyak-banyak tetapi hanya perlu makan dan minum yang secukupnya saja bahkan sangat sedikit hanya untuk melegakan dahaga. Benar bukan?

Sungguh nikmat jika hal tersebut diaplikasikan dalam kehidupan diluar Bulan Ramadan, ya.

Kita mulai dari bangun pagi kemudian ibadah sholat Subuh dan mengaji, kemudian jalan-jalan pagi sekitar pukul 05.30 WIB untuk olahraga sambil menunggu waktu kerja. Pukul 07.00 wib  waktunya kerja dan berangkat sambil menunggu waktu siang untuk istirahat dan sholat Dzuhur disambi dengan ngobrol bersama orang-orang untuk sharing. Menunggu pulan dan waktu sore  kemudian sholat Asar dan magrib, sampai ditutup dengan isya dan istirahat malam.

Kata "menunggu" diatas semuanya menunggu akan kebaikan semuanya. Bagaimana rasanya ya jika hal menunggu tersebut dinikmati seperti kita "menunggu" waktu buka puasa? pastinya tidak akan ada rasa mengeluh sama sekali.

"Wah sebentar lagi buka puasan nih", pasti berikut yang dipikirkan.

Coba hal ini mulai kita tanamkan dalam menungu-menunggu yang lain. Misalnya :
"Wah sebentar lagi sholat Dzuhur, gak sabar"
"Wah sebentar lagi mau gajian, aku sisihin sedikit buat orang lain"
"wah sebentar lagi anak saya udah naik kelas, aku kasih hadiah biar seneng",

dan masih banyak lagi. Marilah kita selalu merasakan hal tersebut dan ditanamkan dalam diri kita. Jangan sampai muncul kata-kata gelisah seperti "Kok udah dzuhur sih, kok udah gini sih, dll"

Kebaikan yang baik dan benar adalah dengan adanya perencanaan dan komitmen.
Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "Andaikan Hidupku Seperti Menantikan Datangnya Buka Puasa"