Percaya Adalah Tanda Keterbatasan Manusia dan Jembatan Rasa Cinta



Cinta adalah anugrah terindah yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap makhluknya. Cinta muncul akibat manusia memiliki perasaan dan pikiran. Akan tetapi, dimana letaknya perasaan ? apakah iya didalam hati? aku yakin bukan hati dalam artian lahiriyyah.

Mengapa sih seseorang bisa merasakan jatuh cinta kepada sesuatu (terutama sesama manusia dan lawan jenis)?
Pertanyaan ini memang sangat sulit untuk mendefinisikan secara lahir dan dirangkai kata-kata. Apalagi dawuh mbah Sudjiwo Tedjo, sang presiden Djancuker, mengatakan bahwa :

"Jika seseorang dapat menjawab, mengapa engkau mencintadi dia? berati itu bukan cinta tetapi kalkulasi. Ingat! Cinta bukan kalkulasi".

Jika begitu bagaimana carany cinta datang, ternyata cinta datang secara tiba-tiba dan tidak tau kapan waktunya. Bisa jadi baru bertemu sekali dan hanya bertukar salam satu tahun lagi menjadi kekasih selamanya. Atau mungkin yang dari kecil dianggap hanya sebagai teman biasa, sampai tua malah jadi teman hidup.

Tetapi hal yang paling mungkin dapat dijelaskan tentang cinta adalah "percaya". Seseorang dapat mencintai orang lain karena sebab percaya.

Dalam artian, gak tau kenapa aku mencintainya walaupun baru bertemu 1-2 kali saja dalam kedipan mata. Aku percaya dia baik dan sesuai dengan bayang-bayangku dan sesuai dengan kondisiku yang seperti ini. Aku percaya bahwa dia juga mencintaiku setelah aku utarakan perasaan ini dan diterimanya.

Percaya. Karena tanpa ada rasa percaya, engkau tak akan berani memberikan amanah harta yang tak ternilai (persaan hati) kepada orang yang kau anggap tidak baik dan tidak dapat dipercaya.

Kamu saja kalau meminjami uang orang pasti pilih-pilih dan tidak sembarangan. Tidak mungkin juga kamu meminjami orang yang sedang banyak pinjaman karena kamu tidak akan percaya orang tersebut dapat mengembalikan tepat waktu. Pasti memilih orang-orang yang memang dapat dipercaya bisa mengembalikan.

Begitupun cinta. Ketika kamu sudah percaya bahwa kamu cinta dia dan dia orang yang kamu cintai mencintaimu juga dengan ikhlas. Pasti tidak akan ada masalah dalam hal cinta, masalah kecil yang muncul tugasnya untuk menguatkan tali perasaan kalian saja.

Percaya, adalah bukti bahwa manusia memiliki keterbatasan karena kita tidak mungkin tau apa isi hati orang lain apalagi hati (perasaan) kepada kita. Mungkin yang kita tau dia orang baik dan perhatian belum tentu juga dia mencintai kita bahkan yang susah adalah cinta yang sepihak dimana satu sangat mencintai tetapi dilain sisi tidak (tetapi pura-pura mencintai).

Oleh karena itu, cinta kepada sesemana manusia sebaiknya dikontrol secara baik dan seimbang karena kita tidak tau dan hanya modal percaya. Tetapi cinta yang sesungguhnya adalah cinta kita kepada Alloh SWT dan Nabi Muhammad SAW karena cinta-Nya sepanjang masa. Karena Tuhan selalu mencintai hamba-Nya yang mencintai-Nya. 

Cinta yang sempurna dan paling indah adalah merasakan dekat dan jatuh cinta dengan apa yang belum kita lihat dan ketahui tetapi saling berdoa dan saling berbicara satu dengan yang lainnya untuk mendorong kita pada kebaikan.

Sumber gambar : Pixabay.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Percaya Adalah Tanda Keterbatasan Manusia dan Jembatan Rasa Cinta"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel