Belajar Hidup Sendiri, Cara Menikmati Hidup


Manusia makhluk sosial sehingga tak mungkin bisa lepas dari pengaruh dan mempengaruhi kehidupan orang lain.

Disini tidak semua hal sosial hanya berkaitan dengan dunia luar saja, akan tetapi juga ada sosial pribadi masing-masing (misalnya keluarga).

Pada umumnya kehidupan sosial di masyarakat sering dikaitkan dengan arti tolong-menolong antar warganya dan proses berlangsungnya ini telah menjadi suatu tradisi/kebiasaan turun menurun yang sangat baik jika terus dilestarikan.

Unsur kemanusiaan di Indonesia termasuk tanah jawa sangatlah kuat dan kental sehingga hal ini yang membuat kebanyakan mengaitkan dengan unggah-ungguh atau adab antar manusia. Sosial juga erat dengan hubungan orang dengan orang lain baik dekat maupun jauh (teman, sahabat, atau kekasih).

Diluar itu semua, saya mikir ternyata tak semua kegiatan sosial dapat dikaitkan dengan tolong menolong. Disini kita harus berlatih memberikan porsinya dimana kita harus mengerjakan sendiri dan dimana kita meminta bantuan kepada yang lain.

Ada kata-kata yang unik dan menarik juga untuk diperhatikan yaitu kira-kira seperti berikut ini.

Jangan suka mengolok mereka yang suka mengerjakan semua hal sendiri, tetapi tanyalah dirimu yang tidak bisa melakukan semua hal sendiri

Ternyata ini benar adanya dan terkadang dalam menikmati hidup adalah bagaimana sih kita bisa membayangkan semuanya jika kita hidup sendiri sedangkan gak ada orang yang bisa membantu kita.

Begitupun saat saya melihat video singkat di twitter yang menggambarkan seorang Kiai terkenal Gus Bahaudin Nursalim (Gus Baha’) ketika membelikan anaknya sesuatu diantar sendiri dengan sederhana, Padahal beliau mempunyai banyak sekali santri yang mungkin bisa dimintai tolong untuk itu.


“Jika didunia ini hanya ada saya dan anak saya, maka yang bertanggung jawab atas anak saya adalah saya sendiri.

Itulah salah satu yang bisa dibayangkan bahwa jika masih bisa melakukan sendiri jangan merepotkan orang lain, dan selagi perlu bantuan maka mintalah bantuan. Karena tidak semua orang yang dimintai bantuan sesuka hati membantu kan.

Ngono ae jaluk tulung, gak bisa sendiri apa?” takutnya ada kata-kata tersebut.

Hidup sederhana adalah kunci untuk bahagia. Bisa lihat sendiri di negeri ini banyak sekali orang yang kurang mampu tapi masih bisa tertawa padahal mereka masih bingung nanti sore makan apa dan uang darimana.

Selain itu juga, kedekatan batiniah yang diperlihatkan oleh Gus Baha diatas memberikan pelajaran kepada kita bahwa orang tualah yang bisa mendidik menjadi baik baik dengan sentuhan fisik maupun rohani (kasih sayang) yang tidak didapatkan seorang anak kandung dari orang lain.

Tidak ada orang yang paling sayang kepada seorang anak kecuali bapak ibunya sendiri, walaupun itu orang lain yang bakal diberikan kekayaan yang luar biasa besarnya.

Sehingga dalam hidup ini yang sudah banyak diberikan rahmat oleh Allah Swt. selagi suatu perkara masih bisa dilakukan sendiri dan lebih baik sendiri maka lakukanlah sendiri, hal ini akan membuat kita akan semakin merasakan nikmat, rasa cukup, dan nikmat hidup yang lebih.

Dan ketika porsinya sudah kegiatan sosial yang memerlukan banyak orang, jangan sekali-kali melakukannya sendiri tergantung kebiasaan sosial yang ada diwilayah tersebut hadirlah dan ikutlah disana.

| Gambar oleh pixabay.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Belajar Hidup Sendiri, Cara Menikmati Hidup"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel