Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Siapa Sih Orang Yang Benar-Benar Open-minded itu?


"Kapan kamu mau berkembang jika "close minded" terus?

Salah satu yang menjadi pertanyaan selama ini dan kadang membingungkan banyak orang adalah tentang siapa sebenarnya orang yang layak dan patut dikatakan open-mindedsih. Apakah iya harus menjadi sangat liberal dan mengabaikan keyakinan orang lain?

Pernah gak sih kadang kita dalam suatu diskusi bisa tatap muka ataupun diskusi umum dan ditengah-tengah perdiskusian siapa yang bilang duluan dengan seenaknya melabeli kita dengan kata "kalau pendapatmu gitu, namanya close-minded".

Apalagi terkait dengan masalah keyakinan, prinsip agama. Kadang orang dengan sukanya melakukan labelisasi bahwa yang tak sesuai adalah tak mau berfikir luas dan bisa sampai bilang intoleran sedangkan yang bilang merasa dirinya sudah terbuka bahwa mereka lupa sangat liberalnya atas prinsipnya sendiri. Saya gak panjang lebar disini bukan porsi saya ya hehe.

Ada juga sih yang saya dengar bahwa orang yang kekeh dengan pendiriannya dihakimi oleh banyak orang sebagai orang yang tertutup dan gak mau menerima masukan dari luar. Banyak kan? kurang tau sih kalau aku haha.

Oke langsung pada intinya saja, sebenarnya siapa sih yang dapat dijuluki sebagai orang yang berfikiran terbuka.


Pertama adalah orang yang demokratis

Artinya, bahwa setiap argumen tidak berdasarkan asumsinya sendiri. Ada asumsi-asumi lain yang menjadi latar belakang atau yang menjadi rujukan orang tersebut. Ini adalah softskill ketika nanti kita di masyarakat bahwa kita tak mungkin memutuskan atas keinginan kita walaupun itu sudah baik.

Kedua sikap untuk mendengar

Bukan hanya mendengar saja tetapi juga respon ketika berdiskusi. Orang yang terbuka biasanya selalu bersikap ingin tau dan menanyakan hal-hal yang mungkin bisa jadi masukan untuk ide/gagasan/arugmennya.

Lain halnya dengan orang close-minded yang lebih memberikan respon tubuh dan sikap "menolak" ketika diajak berdiskusi tentang apa yang sudah diyakini tidak sesuai dengannya (tidak hanya tentang agama saja).

Ketiga sikap anti-kritik. 

Sikap ini yang sangat bisa menunjukkan ketika seseorang sedang dikritik. Mereka menyadari bahwa tidak ada yang sempurna dari setiap apa yang dikatakan dan dikerjakan oleh manusia sedangkan kebenaran mutlak hanya milik Tuhan Semata.

Biasanya ditunjukkan dengan tidak merasa dirinya lebih daripada lawan bicara. Orang yang close-minded lebih dahulu mengedepankan "wah aku lebih tau tentang ini" dan memaksa lawannya menjadi "tidak pintar" dan dijadikannya sebagai orang yang "tak sepintar dirinya".

Dengan berjalannya waktu kita sebagai manusia, memang manusia tidaklah orang yang open-minded dan sifat alaminya adalah untuk berfikir sempit. Karena kita sering mengelompokkan orang berdasarkan kebiasaan atau kepandaianya saja. Ini salah satu contoh kecilnya.

Kita tak sadar sukanya menghakimi orang lain close-mind sedangkan kita sendiri tak mau menerima pendapat dan kritik orang lain. Siapa yang sebenarnya gak mau terbuka? hehe aku aja ya.

Open-minded bisa diolah dan dipkembangkan sendiri asalkan dicoba. Jika tak mau nyoba ya kamu close-minded terus, hihi yak kamu.
Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "Siapa Sih Orang Yang Benar-Benar Open-minded itu?"