Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

11 Tips Cara Membuat Infografis yang Baik dan Berkualitas

11 Tips Cara Membuat Infografis yang Baik dan Berkualitas - cakyus com

Semakin berkembangnya jaman informasi yang disajikan tidak hanya dalam media cetak atau televisi saja. Akan tetapi sudah menjarah pada dunia digital. Berita sangat cepat dan membludak di mesin pencarian dan media sosial yang mempengaruhi minat baca seseorang.

Saking banyaknya informasi ini, kadang seseorang sudah malas duluan untuk membaca apalagi dengan hanya mengandalkan judul yang sangat wow sekali dan tidak sepadan dengan isinya.

Selain itu, informasi tidak hanya tentang berita tetapi juga terkait dengan riset atau hasil survei yang ingin memberikan penjelasan hasilnya kepada kalayak umum supaya dapat dipahami dan bermanfaat.

Kekurangnnya riset atau jurnal penelitian ini adalah bahasa riset yang tinggi dan panjangnya minta ampun membuat orang susah memahami apalagi kalau bertele-tele, kan. Oleh karena itu, berkembang yang namanya infografis.

Apasih yang dimaksud dengan infografis?


Infografis adalah serangkaian informasi yang disederhanakan oleh pembuatnya untuk keperluan branding, informatif, dan memberikan pemahaman secara mudah dan gampang dengan dipadukan desain grafis. Pengertian lainnya bisa dicari di mesin pencari sangat banyak kok (pengertian infografis).


Dalam penyusunan dan pembuatan infografis haruslah menerapkan beberapa kaidah dan susunan yang baik sehingga infografis yang kita buat nantinya dapat mudah dipahami, sesuai (tidak salah kirim) serta dapat dipertanggungjawabkan.

Berikut Ini Saya Rangkum Cara Membuat Infografis yang Baik dan Berkualitas

1) Simpel
Tujuan utama infografis adalah membuat berita/informasi menjadi mudah dipahami jadi gak usah neko-neko dan panjang banget ya.

2) Target Audiens
Pembuatan infografis pasti memiliki tujuan pembaca, maksudnya untuk siapa sih sebenarnya infografis dan informasi ini nantinya. Oleh karena itu, sejak awal kita harus menentukan siapa tujuan audiensi kita. Apakah itu untuk orang tua, kaum milenial, anak sekolah, pekerja, dll.

Penentuan target ini akan mempengaruhi proses selanjutnya. Terlebih lagi untuk kaitanya gaya bahasa, pembahasan isi, poin-poin pembahasan prioritas, warna dan cara layouting.

Misalnya, jika infografis tersebut untuk siswa sekolah yang akan masuk ke perguruan tinggi, infografis akan lebih kepada poin-poin yang ringan, bahasa yang mudah dipahami dan singkat, warna cerah (tanda semangat/menarik perhatian), dan tips dan trik atau testimoni.

Jadi, pilah-pilah dahulu siapa targetnya ya.

3) Riset Data dan Sumber Referensi
Riset Data dan Sumber Referensi untuk Infografis yang Baik - cakyus.com


Setelah ditentukan, maka melakukan riset data dan mencari referensi yang sesuai dengan tema yang diangkat menjadi hal penting.

Riset data harus menggunakan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Data-data ini bisa berasal dari pribadi (penelitian/survei sendiri) atau dengan menggunakan rujukan dari situs kredibel seperti BPS, Litbang Kompas, Katadata, dll.

Kemudian, referensi yang sesuai dengan tema yang diangkat. Jangan sampai hanya membaca judulnya saja tetapi bacalah berita atau jurnal yang kalian ingin rujuk argumennya.

Misalnya, jangan sampai ada ketika membuat infografis tentang “Penyebab Pengangguran Terus Bertambah” tetapi menyomot referensi jurnal/berita yang mengandung informasi “pengguran turun” walaupun didalamnya ada penyebab-penyebab pengangguran naik.

Kurang nyambung saja dan indikasi kurang membaca secara keseluruhan berita/jurnal/data.


Kemudian, pilihlah prioritas sumber dan data yang digunakan. Tidak baik menggunakan banyak data dan referensi yang akan membuat infografis yang simpel menjadi bertele-tele. Tujuannya supaya memantik pembaca untuk mengeksplor dirinya dengan membaca infografis tsb.

4) Visualisasi Data yang Baik
Visualisasi Data yang Baik untuk Infografis - cakyus.com


Setelah mendapatkan data maka yang kedua adalah melakukan visualisasi data. Apa itu visualisasi data? Intinya adalah bagaimana merubah data yang berupa kata-kata dan hanya paragraf angka-angka menjadi sebuah grafik, tabel, diagram sehingga mudah dipahami.

Caranya dibahas lebih lengkap pada : cara visualisasi data yang baik untuk Infografis dan Presentasi

5) Judul yang Peruasif
Gunakan judul yang ukurannya lebih besar daripada tulisan yang lain serta gunakan kata-kata yang persuasif sehingga seseorang mau untuk minimal membukanya saja. Misalnya kata-kata, “ayo”, “mari”, “Waduh”,”Bongkar!”, dll.

6) Narasi yang langsung Pada Poin Bahasan
Setelah data terkumpul dan sudah dibuatkan visualisasi data, maka pembuatan selanjutnya adalah narasi atau cerita dalam infografis. Cerita bukan berarti panjang sekali ya, tetapi sebagai penghubung antara satu data dengan data yang lain, informasi satu dengan yang lainnya supaya lebih nyambung dan dapat dibayangkan.

Kemudian, narasi sebaiknya langsung pada poinnya jangan ada kata pengantar yang panjangnya sepanjang kenangan kita ya.

7) Layout Grafis Seimbang dan Harmoni
Layout ini menyesuaikan dengan narasi yang kita buat bagaimana nanti alur ceritanya dan alur membacanya. Biasakan menggunakan alur membaca dari kiri kenanan sehingga orang lebih cepat untuk memahaminya.
Layout infografis Seimbang dan Harmoni - cakyus.com

Harmonisasi dan seimbang, sebaiknya jangan sampai infografis yang kalian buat berantakan sehingga bukannya simple dan mudah dipahami eh malah bikin pusing. Bikin dulu gird atau guidline sehingga tidak lari dari tujuan awalnya.


8) Warna dan Fonts yang Sesuai




Penyesuaian warna dan font sangat berkaitan dengan tema yang diangkat. Warna mengindikasikan perasaan dan font mengindikasikan cara penyampaian (pendapatku sih).

Misalnya, pada momentum idul fitri membahas tentang “asal mula ketupat” maka warna bisa memakai warna hijau (janur) atau biru (tenang dan suci) kemudian menggunakan font yang seperti tulisan arab walaupun itu tulisan bahasa Indonesia.

  • Font Serif : biasanya untuk cerita, tegas, dan kasual (resmi)
  • Font Sans Serif : tegas dan lugas, simple, dan lebih santai
  • Lettering font : Santai dan kreatif

Kemudian, sesuaikan dengan kebutuhan antara cetak dan digital. Jangan sampai tulisan yang dibuat bagus tetapi ketika diunggah pada media digital tulisan jadi kecil dan tidak terlihat. Pesan jadi tidak tersampaikan.

Atur dari awal tujuan (cetak/digital), ukuran (instagram, blog, A3+ dll), dan CMYK (cetak)/RGB(digital).

9) Mencantumkan Referensi

Referensi yang digunakan dan sudah diseleksi mana yang digunakan, maka dicantumkan dibagian terkahir kalau bisa paling bawah. Ini tanda bahwa ketika nanti dicek keabsahannya dapat dipercaya dan memang benar-benar tidak hoax.

10) Baca Ulang
Setelah semuanya selesai silahkan dibaca ulang tulisan yang telah dibuat dan diperhatikan apakah ada yang salah tulis, salah frasa, atau susah dipahami dll.

Setelah dibaca sendiri, silahkan minta teman kalian 1 atau 2 orang melihat dan memberikan komentar terkait dengan infografis yang kalian buat. Jangan tanya terkait “bagus atau tidak” tetapi bertanyalah “eh isi dari infografis ini sebenarnya apa ya”.

Jika jawabannya sudah sesuai yang kalian harapkan maka sudah baik infografis kalian ini.
11) Revisi dan Unggah
Jika nanti ada yang salah atau kurang dipahami silahkan revisi ulang. Tahapan terkahir adalah unggah karya kalian kemedia digital atau cetak (poster). Jika media digital jangan lupa tambahkan caption yang menjelaskan isi dari infografis tersebut.


Mungkin hanya itu yang bisa saya bagikan sekarang ini. Informasi ini akan terus diupdate dengan bantuan kritik dan saran dari pemirsa semunya. Jika ada tambahan, kritik dan saran bisa langsung komentar dibawah ya.

Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "11 Tips Cara Membuat Infografis yang Baik dan Berkualitas"