Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menjadi Pendengar Yang Baik Curhatan



Selama masih hidup seseorang tidak akan pernah bisa lepas dari orang lain baik butuh bantuan dalam hal fisik maupun mental. 

Salah satunya adalah Rerasan atau Curhatan. Semua orang bisa dengan mudah untuk mengutarakan ceritanya tetapi tak semua bisa dengan baik menjadi pendengar. Berikut ini hal yang mungkin bisa diterapkan supaya temanmu gak menjauh atau kapok jika berbicara/cerita denganmu.

1) Fokus Kepada Pencerita
Jadilah pendengar yang fokus terhadap pembicaraan. Misalnya ketika orang sedang bercerita denganmu maka perhatikan minimal dengan kontak mata yang fokus. Jangan sampai kalian malah main HP atau mengerjakan tugas sesuka hati. Sempatkan sedikit waktu maka tidak akan menyakiti.

Selain itu, dengan menyimak (minimal menghargai omongan) maka seseorang yang curhat merasa diperhatikan dan merasa keluhannya didengarkan dengan baik. Si Pencerita menganggap bahwa pendengar merupakan orang yang benar-benar diharapkan bisa membantu (minimal mendengarkan).

2) Memotong Pembicaraan
Biarkan sang pencurhat untuk bercerita semuanya sesuai apa yang dirasakan apalagi baru permulaan. Biasanya pada awal-awal, sang pencurhat akan lebih emosional dalam bercerita sehingga kita (pendengar) yang harus mengendalikan emosi. Janganlah sekali-kali meotong ketika mereka bercerita.

3) Bahasa Tubuh
Tunjukkan bahasa tubuh yang positif, kuat, tegap dan kelihatan dapat memahami cerita sehingga rasa sungkan sang pencurhat dapat hilang dan lebih natural dalam menceritakan.

Bagitupun sang pendengar harus memahami cerita dengan bahasa tubuh apakah sinkron atau tidak. Bisa jadi, kalau tidak sinkron cerita hanya karangan saja yang tujuannya mempengaruhi kita saja.

4) Bertanya
Jangan malu bertanya lebih dalam terkait cerita tersebut. Tujuannya adalah untuk menghindari disinfomasi dan komunkasi yang nanti akibatnya sang pencurhat merasa kecewa. Tegaskan bahwa "jika pertanyaan sangat privasi, tidak usah dijawab gpp".

5) Tanggapan sebagai lawan bicara
Tanggapi lawan bicara dengan senyuman. Jangan ikut sedih ketika mendengar curhatan sedih karena diharapkan kalian (pendengar) bisa membuatnya tersenyum kembali.

Tanggapan ini tak harus berupa saran karena kita juga punya keterbatasan dalam menanggapi masalah yang kadang kita sendiri bingung.

6) Jujur
Jujurlah. Bilang apabila akhirnya tidak bisa memahami isi curhatan dan jangan sok kuat yang berakibat malah manjadi bumerang si pencurhat.

Menjadi pendengar yang baik bukan hanya berlaku untuk curhatan seseorang akan tetapi juga dalam hal kalian mencari pekerja, partner kerja, dan lain-lain supaya lebih intens, dalam, dan mendapatkan yang terbaik.

Hal yang perlu diingat jika seseorang curhat masalah, "jangan membandingkan masalahnya dengan masalahmu yang dulu-dulu, cukup jadi pendengar"
Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "Menjadi Pendengar Yang Baik Curhatan"