Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Resolusiku Cukup Menjadi Manusia Saja, Bukan Malaikat


Tahun 2020 Masehi telah datang, yang berlalu biarlah berlalu dan sambutlah dengan suka cita waktu yang akan datang.

Tak lepas dari adanya perayaan tahun baru, kita biasanya menyusun resolusi yang berisi dengan harapan dan rencana setahun kedepan khususnya untuk 2020 nanti.

Hal yang paling utama dalam menyusun resolusi adalah selalu melihat kebelakang, bagaimana pencapaian resolusi di tahun 2019 kemarin. Sudah berapa persen berhasil dan selalu evaluasi diri. Jika baik diteruskan, jika tak baik diganti yang baru.

“Doi kok nyakitin terus? Ganti aja, hehe” 

Resolusi memang membuat manusia menjadi lupa akan dirinya dan terlarut dalam harapan yang melangit bak dewa atau malaikat. Menjadi manusia yang sesungguhnya saja adalah kata yang muncul tiba-tiba keluar dari hiruk-pikuknya kehidupan sosial.

Mengapa menjadi manusia? Karena sekarang sudahberbeda jalan kehidupannya. Sekarang ini . . .

Bagi manusia, yang penting bukan masalah kemanusiaan, tetapi kekuasaan, kepemilikan harta dan status sosial yang diselipi kata “kemanusiaan”. Sekolah bukan untuk mencari ilmu, tetapi mencari sekolah hanya untuk atas nama dan gelar.

Alim bukan untuk mencari ridho-Nya, tetapi ingin menunjukkan tingkat kesalehan, pencitraan kaya ilmu agama, pamer akan suatu kebenaran, merasa paling dekat dan punya kapling surga serta haus akan pengakuan segelintir orang.

yang Banyak tau diam, Sediki tau bicara bahkan dengan menjawab hal yang tidak mereka tau dengan sok tau, yang penting nada bicara meyakinkan.

Maka jadilah manusia yang bermanfaat dan tidak menyusahkan orang lain dalam hubungan “hablum minannas” dan jangan memaksakan diri seolah-olah paling benar kepada orang lain untuk urusan “hablum minallah”

| Baca Juga : Kekasihmu

والله الموفق إلى أقوام الطريق
Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "Resolusiku Cukup Menjadi Manusia Saja, Bukan Malaikat"