Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hal Baik yang Menyakitkan Seseorang



Setiap pembicaraan ataupun hanya sekedar rasa tak selamanya tentang kebahagian dan keindahan kadang juga terisi dengan ketidakenakan dan menyakitkan.

#SureveiMingguan kali ini, ada pertanyaan kecil yang saya lontarkan melalui akun sosial media saya di Instagram, yaitu apakah ada hal baik yang menyakitkan?

Dari survei tersebut tak banyak yang ikut serta, dari 24 orang yang melakukan vote menyatakan bahwa 19 orang setuju bahwa ada hal yang baik tetapi membuat rasa sakit bagi orang.


Jawaban memang banyak becanda tetapi kalau ditelisik lebih dalam mengandung unsur tersirat yang sangat dalam, antara lain sebagai berikut.

1. Inbox chat banyak sekali, tapi balasnya Cuma “hehe” atau hanya pakai “emoticon”

2. Mangga, niatnya ditunggu biar tua dan matang di pohon, eh tapi udah diduluin oleh Codot (kalong)

3. Mendengar cerita bahagia dia bersama kekasihnya



Dari kata-kata diatas saya rangkum menjadi beberapa bagian dibawah ini ya, semoga benar hehe.

Pertama, terkait dengan sosial media terutama masalah perchatingan. Kita tak jauh dari hal ini karena sekarang ini semua orang aktif dirumah masih-masih bak sudah bertemu didunia yang nyata padahal dijalanan atau warung sepi banget, hehe.

Seseorang menghubungi kadang karena ingin memerlukan bantuan atau mengabari sesuatu. Akan tetapi, berbeda jika yang menjawab sangat begitu cueknya. Ketika kita panjang lebar menjelaskan eh tiba-tiba hanya dibalas dengan “iy”, “hehe” tanpa ada tanggapan lain.

Sebenarnya niat kita baik, kita ingin menjawab dan tidak mau memberikan harapan atau supaya tidak dianggap sombong, tetapi dengan jawaban yang diatas kok sepertinya kurang pas saja penggunaan kata yang baik. Minimal ya gunakan 3 kata lah ya biar sopan dalam menjawab dan ingat SPOK (jangan Cuma wk wk wk )

Kedua, buah mangga yang keduluan codot. Codot itu memang ahlinya dalam mematangkan buah-buahan. Pasalnya, hewan ini tau mana buah yang sudah tua dan siap matang sama yang muda.

Begitupun hidup, kita jangan terlalu menunggu kesempatan yang datang dan menunggu saja tanpa ada usaha. Sebenarnya kita bisa berusaha misalnya dengan membungkus mangga tersebut atau dengan memetik jika sekiranya sudah tua dan mematangkan sendiri dengan diperam (boso jowone di imbu ben mateng).

Dalam hidup kadang kita juga dihadapkan antara pilihan yang susah. Sebenarnya bisa kita ambil kesempatan itu tetapi kadang kita menunda sesuatu itu untuk menjadi lebih baik lagi atau menunggu harganya turun (jual beli) eh ternyata barangnya sudah habis, gak jadi beli deh.

Jika kesempatan tersebut bisa diusahakan segera, ya segerala diambil dan diupayakan dengan maksimal jangan menunggu besok dan besok yang pada akhirnya malah hilang ditelan masa. Contoh lain sebenarnya banyak banget yang lebih drama.

Ketiga, mendengar cerita dia bahagia. Cinta terkadang juga tak terkontrol dengan baik alhasil ketika sudah tak bersama hanya kenangan indah yang tersimpan dan dikenang. Suatu hari ada masanya engkau melihat dia (dulunya yang bersamamu) sedang bahagia dengan yang lain.

Dalam kondisi ini disatu sisi bahagia melihat dia bahagia dan tidak tersakiti, tetapi sisi lain yang lebih besar merasa kok ya bahagianya gak bersamaku. Duh Gusti, kok mripatku kok brebes mili iki opo klilipen ya.

Keempat, kesedihanmu ternyata hanya pancingan. Maksudnya adalah ada orang yang merasa risau dan sedih apa yang dia dapatkan padahal itu hanya pancingan buat kita untuk jujur saja.

Misalnya, ada anak yang bilang “eh nilaiku elek tenan iki, kamu dapat apa eh?”. Kemudian temannya menjawab, “heeh ya aku ya jelek nih dapat 60 (C), km berapa eg ?”. Kemudian orang tadi membalas “aku dapat 85 (A/B) biasanya aku bisa lo kok ini susah ya”.

Dalam hati, bajilak gitu bilang gak bisa. Kamu baik menanyakan dan menjadi penenang karena semua dapat jelek, eh nilaimu ternyata bagus. Kerisauanmu hanya kedok bro.

Kelima, merasa bahagia sendiri dengan bilang “gpp, single itu pilihan kok”, dalam hati “kok aku sek jomblo ae to, kae kancaku enak yang-yangan yaa”, wkwk

Intinya adalah hal baik yang menyakitkan itu, yaitu "sesuatu yang baik tetapi dilakukan dengan kurang atau tidak benar". Mudahnya, memberikan tahu bakso pada orang lain itu baik (sedekah) tetapi jika caranya dengan melemparkan (dikeprukno) kan kurang baik (kurang benar).

| Sumber gambar : humairah.com
Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "Hal Baik yang Menyakitkan Seseorang"