Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Alasan Seseorang Unggah Foto Buku dan Quotes Kecil di Media Sosial



#SURVEIMINGGUAN  - Seperti biasanya saya biasanya melakukan survei mingguan yang berkaitan dengan hal-hal menarik dan dilakukan oleh kebanyakan orang secara tidak sengaja.

Memang kadang kebiasaan adalah sesuatu yang berada dibawah sadar manusia karena sudah menjadi hal yang lumrah dan sering. Coba kalau yang terbiasa itu adalah ibadah dan melakukan hal baik. Hmmm jadi seru dan mulia sekali.

Survei mingguan ini sangat berkaitan dengan perilaku seseorang yang mengunggah (upload) foto buku yang sedang dibacanya dan ditambahkan kata-kata mutiara kecil yang disandur dari buku karangan tersebut.

Ada banyak reaksi yang muncul ternyata terutama dari teman-teman yang mau menanggapi pertanyaan tersebut semoga waktu meraka semakin bermanfaat dan berguna lagi dilain hari dan diabadikan dalam tulisan ini.

1. Kata-kata Bagus dan Sesuai Kondisi

Pertama dan paling banyak adalah mengisi bahwa seseorang mau tanpa dibayar adalah karena kata-kata dari buku tersebut bagus. Bagus disini banyak makna dan bahkan setiap orang memiliki pandangan masing-masing dan selera yang unik. Kebanyakan kata-kata memang malah bukan bermajas yang tinggi tetapi diisi kalimat sederhana tetapi mashokk.

Selain karena bagus, yang utama sih karena mewakili kondisi yang sedang dirasakan sseorang tersebut. Misalnya saja seseorang yang sedang merasakan penat dan lelah akan kesibukan sehari-hari, biasanya sih suka baca buku motivasi dan unggah kata-kata tentang "perjuangan dan kesibukan kita semoga Lillah dan barokah, dll"

Ketika misalnya kita sakit hati atau sedang menjalani hubungan yang kurang enak bisa saja membuat postingan untuk menjaga hubungan biar solid atau hal-hal galau lainnya. Mungkin bisa juga seperti twit ini. Hehe.

2. Apresiasi Penulis dan Diri 

Faktor kedua adalah atas nama apresiasi kepada penulis. Memang jarang sekali sekarang ini yang mengapresiasi jasa-jasa penulis. Malah sekarang ramai terjadi pembajakan buku yang inilah menjadi pembunuh para penulis.

Selain itu, apresiasi ini juga sambil mengenalkan (promosi) baik orang yang menulis atau buku yang sedang dibaca. Ini merupakan salah satu hal yang benar-benar diharapkan penulis, yaitu apresiasi yang ikhlas dari para pembacanya.

Bagaimana kalau misalnya ketika unggah menggunakan format begini : "Kata-kata yang disandur - Nama Penulis - Judul Buku" baik lagi kalau dimention kepada sang penulis baik di story maupun di feed instagram/facebook/twitter.

Selain apresiasi kepada penulis juga sebagai apresiasi kepada diri sendiri sudah menyelesaikan bacaan dan menyandur kata-kata indah berarti memahami dan mengingat isinya.

3. Aku Sudah Baca, nih

Ketiga adalah menunjukkan bahwa seseorang yang mengunggah sudah membaca secara keseluruhan buku yang dipunyainya. Hal ini jangan menilai buruk, karena prinsipnya bukan untuk pamer tetapi untuk mengajak yang melihat ayolah budayakan membaca dan ketika sudah baca jangan sok paling tau segalanya ya.

4. Pamer Buku

Nih, mungkin kebanyakan ada sih. Hanya beli buku atau kadang  minjam buku temen cuma nyari kata-kata. Hayo jujur siapa? pasti ada sih


Itulah beberapa hal yang bisa saya bagikan terkait kehidupan bermedia sosial yang sampai-sampai hidup tak ada yang nyata kecuali makan dan tidur saja. Kedua, jangan pernah membeli BUKU BAJAKAN karena itu adalah berdosa dan melukai pekerjaan mereka para penulis. 

Sekian dan terimakasih ya sayang :)

Sumber gambar : cdns.klimg.com
Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "Alasan Seseorang Unggah Foto Buku dan Quotes Kecil di Media Sosial"