Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tanda Mencintai adalah Takut Kehilangan



#Jumatan kali ini membahas tentang hakikat mencintai yang sebenarnya dari seseorang yang benar-benar cinta.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt. Karena telah melimpahkan banyak sekali rahmat dan hidayah kepada kita sehingga kita masih dalam keadaan sehat, bahagia, dan bernafas dengan leluasa.

Semoga kita tetap dalam iman dan taqwa serta selalu meningkatkan ketawaqwaan kita kepada Allah Swt.

Kedua, sholawat dan salam kita haturkan kepada Junjungan nabi kita Rosululloh Saw, yang telah memberikan risalah sehingga menghantarkan kita dari jaman yang gelap menuju jalan terang benderang.

Nah, kali ini membahas tentang cinta


Cinta ini diceritakan oleh kisah sahabat sauban dan Rosululloh. Sahabat ini merupakan sahabat yang sangat dekat dengan Rosululloh, karena dimanapun berada pasti dengan Rosululloh saking besarnya cintanya kepadanya.

Kemudian, suatu saat Sahabat ini merasakan rindu sekali pada suatu pagi dan ingin sekali bertemu dengan Rosululloh. Karena memang biasanya selalu dengan Rosululloh, maka pasti mengetahui kebiasaan beliau ketika pagi ini dan biasanya adalah di Masjid Nabawi.

Kemudian, sahabat datang ke masjid dan sesampainya disana raut muka sangat bahagia dan sangat senang karena rasa rindunya terobati setelah bertemu Rosululloh Saw. Seketika itu juga setelah berhadapan dengan Nabi, raut muka sahabat ini langsung muram dan sedih, Nabi Muhammad pun juga kebingungan dan menanyakan, “Wahai Sahabat mengapa engkau yang tadinya senyum gembira menjadi sangat muram secara tiba-tiba?”

Sahabat menjawab Beliau, “Wahai Rosululloh, ketika aku di dunia ini sangat sedang rindu denganmu maka aku pasti bisa mencarimu dimanapun itu dan pasti ketemu, tetapi bagaimana jika engkau sudah tiada dan nanti di akhirat? Bagaimana aku bisa bertemu denganmu ?”.

Kemudian sahabat menambahkan, “Jika nanti di akhirat maka engkau pastilah berada di Surga paling atas sedangkan aku pasti sangat jauh dibawah jika masuk surga dan jika aku masuk neraka aku tak akan bisa bertemu denganmu lagi”.

Betapa mengejutkan Rosululloh dengan pernyataan sahabat dimana jika dirunut balik Sahabat Sauban sangat dekat dengannya. Bahkan tidak diragukan kembali untuk masalah Agama, Ibadah, bahkan sunnah-sunnah nabi karena langsung bersama Nabi Muhammad.

Kemudian Nabi Muhammad menjawab pernyataan tersebut dengan firman dalam surat An-Nisa. Bahwa beliau akan bersama orang-orang berikut di Surga, yaitu kalangan Nabi-Nabi, para shodiqin, para syuhada, dan para orang sholeh.


Apakah kita pernah merasakan tentang kehilangan Rosululloh? 

Bahkan kita rindupun juga tak pernah. Ibadah, agama, dan perilaku kita sangat jauh sekali jika dibandingkan dengan sahabat tadi. Akan tetapi kita tak pernah merasa bagaimana jika kehilangan Rosululloh dan tidak bertemu dengannya.

Sehebat dan sedekat sahabat saja masih berfikir dan merasa tidak bisa masuk surga dan tidka bisa bertemu dengan Rosululloh, akan tetapi akhir-akhir ini banyak sekali yang mengkavling surga bahkan merasa paling dekat dengan nabi dan Tuhannya.

Apakah kita salah dalam prioritas cinta?

Mungkin bisa jadi, bahkan jika dikaitkan dengan “Mencintai sesungguhnya adalah tidak ingin kehilangan”. Maka, kita terlalu lupa akibat cinta kita pada dunia baik itu harta atau zaman sekarang
gadget dan pacar/kekasih.

Kita terlalu menuruti dunia seperti mengerjakan pekerjaan sampai larut malam yang tak kunjung selesai karena disambi dengan bermain ponsel pinter. Kita bermain sosial media dan internet sampai lupa apapun seperti makan. Apa iya ini internet ini penunda lapar? Terkadang juga kita terlalu banyak menyempatkan waktu bersama pacar bahkan sampai mau disuruh apapun.

Akan tetapi? Dalam hal melaksanakan ibadah dan sunnah jadi tak terelakkan untuk dilupakan. Apakah iya agama, ibadah dan perilaku kita sudah mengalahkan para Sahabat sehingga bisa berani bilang kita yang paling benar dan sudah paling dekat?

Marilah dalam peringatan Maulid Nabi, kita perbanyak bacaan sholawat, tidak usah yang susah-susah yang kita ketahui dan hafal sehari-hari saja. Marilah peringatan maulid yang besar-besaran menjadi pemantik kita untuk meneladani dan meneruskan risalah yang telah diberikan Rosul kepada kita jangan hanya sebagai upacara formal saja. Amiin yaa robbal’alamin


Wallahul muwaffiq ila aqwamit-thariiq

____
Sumber gambar : nu.or.id
Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "Tanda Mencintai adalah Takut Kehilangan"