Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jalan Ini Lurus dan Lainnya Belok

Gambar : republika.co.id

Manusia hidup tujuannya adalah hanya untuk kembali kepada-Nya. Kita adalah manusia yang tidak memiliki apa-apa dan hanya lemah yang kita miliki. Manusia memang diciptakan sebagai makhluk Allah Swt. yang paling sempurna.

Dalam mencapai tujuan manusia diatas, maka kita haruslah mengetahui jalan menuju kepada-Nya dengan jalan yang benar. Makanya kita selalu membaca surat Al-fatihah setiap ibadah wajib lima waktu setiap harinya. Salah satu isi dari surat tersebut adalah selalu meminta petunjuk menuju jalan yang lurus.

Akan tetapi, memang mendapatkan petunjuk itu adalah hak prerogatife Tuhan. Bebas Allah Swt. akan memberi kepada siapa petunjuk (hidayah) tersebut. Bukankah yang membolak-balikan hati adalah Allah Swt, dan kita berusaha mendekatkan diri kepada-Nya dengan menyebut nama-Nya (dzikrulloh) setiap saat dalam hati kita

Fenomena akhir-akhir ini banyak orang yang seolah-olah mengerti jalan petunjuk tersebut dan harus mengikuti apa yang mereka katakana dan bahkan sampai mutusi bahwa yang tidak sesuai dengan mereka akan terjebak jalan yang salah. Apakah mungkin kita sebagai manusia lupa atau bagaimana? Atau mungkin kurang memahami surat yang selalu dibaca setiap kita salat?

Kita setiap hari meminta kepada Allah Swt. untuk memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus yaitu jalan kebenaran tetapi malah kita sendiri menilai bahwa jalan orang lain adalah salah. Hal ini apakah mereka benar-benar mengetahui jalan yang benar?

Begitulah juga disebutkan dalam hal menasihati seseorang dalam kebaikan. Tugas utama kita kepada saudara kita adalah saling mengingatkan dan menasihati apabila yang kita pandang itu kurang baik dan salah. Tetapi kita harus tau juga adat dan budaya yang berkembang di masyarakat dimana ada sebuah kebiasaan yang mungkin bagi kita kurang baik padahal sudah biasa diwilayah tersebut sperti sapaan, “Cuk, Jancuk, dsb” yang dianggap kasar oleh sebagian orang.

Ingat bahwa tugas kita menasihati bukan untuk memaksakan seseorang menurut kita. Menasihati adalah memberi tahu hal yang benar dan sesuai dengan aturan yang ada salah satunya aturan dalam beragama. Urusan untuk mengubah orang tersebut hatinya terbuka dan tertutup adalah urusan Sang Pemilik Hati.

Jika kita salah menempatkan bisa jadi orang yang peluang untuk benar tinggi akibat kita paksa dengan seenaknya saja sesuai apa yang kita tau, orang tersebut malah menjadi takut dan enggan karena unsur keterpaksaan. Malah kita membuat hatinya semakin berpotensi tertutup?

Ilmu bukan untuk menggurui orang lain akan tetapi untuk mengingatkan kita betapa luasnya ilmu dan kita selalu merasa kecil atas semuanya.

Dahulukan adab daripada ilmu karena ilmu tak akan bermanfaat tanpa adab yang baik, sedangkan adab yang baik akan menuntun mendaptakan ilmu yang barokah.

Akan tetapi bukan berarti kita tak mau mencari ilmu karena ilmu tak selalu dari sebuah tulisan, bisa juga dari pelajaran alam dan sosial yang tumbuh berkembang.
Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "Jalan Ini Lurus dan Lainnya Belok"