Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kiai Kampung, Pesan Tersirat dan Sangat Dalam



CAKYUS.COM - Kiai kampung, seseorang yang dianggap masyarakat sekitar bisa segala hal selain agama.

Bagaimana tidak, lhawong kadang juga kiai kampung ini ditanyai tentang suatu penyakit mulai dari penyakit fisik yang nampak sampai penyakit mental yang tak kasat. Apakah kiai kampung seorang dokter umum atau mantri? Kurasa bukan, karena latar belakang beliau ini adalah pondok pesantren mulai kecil sampai dewasa dan bahkan sekarang mengajar di pondok.

Nah, dalam mengajarkan ilmu agama, biasanya kiai kampung tidak seperi kebanyakan pendakwah yang menggebu-gebu dalam menegakkan ajaran atau petunjukkan dan emosi tinggi. Akan tetapi, dilantunkan harmoni yang pelan, lembut, tetapi menusuk sampai jiwa raga jamaahnya.

Kiai kampung juga biasanya tidak banyak memberikan kajian-kajian kitab yang berat-berat bahkan mempelajari Ihya Ulumuddin kepada masyarakat sekitarnya secara tekstual dan me-maknani, tetapi lebih kepada membungkusnya dalam tajuk ceramah seperti pengajian-pengajian di hajatan manten, aqiqah, acara rutin di masjid, syukuran ataupun sunatan.

Memang kemapuan ini tidak banyak yang bisa meniru, karena setiap masyarakat umum khususnya di pedesaan tak seperti remaja yang sedang giat-giatnya hijrah dengan mendambakan atau mengacu pada figur tertentu. Orang kampung lebih suka siraman rohani untuk menyejukkan hati dan memberikan keringanan berfikir atas kesibukan dan masalah sehari-hari. Bukan malah menjadi beban dah harus ini harus itu, harus belajar sana sini, dan harus itu pokoknya gak boleh yang lain. Ya beda cakkkk.

Salah satu cara yang menurutku dipikir-pikir memang benar dan logis adalah ketika ada orang yang berobat (batin) kepada sang kiai dimana orang datang ke rumah dan sowan. Kemudian masuk dan ditebak oleh kiai tersebut kira-kira butuh apa dan itu benar tebakannya. Ya mungkin karena terlalu bersih hatinya dan terlalu sering menerima keluhan banyak orang sehingga sampai hafal gerik-geriknya.

Biasanya diawali dengan Sepindah niki kulo badhe silaturahmi, kaping kalih kulo badhe nyuwun pandonganipun mbah kyai nggih /Pertama saya kesini tujuannya untuk bersilaturahmi dan keduanya saya ingin meminta restu doa dari mbah kyai”

Kemudian dilanjutkan dengan menceritakan masalah yang dihadapi oleh orang yang “konsultasi”. Setelah selesai Sang Kiai ini akan memberikan resep manjur berupa bacaan yang harus di amalkan sebisa mungkin rutin. Tidak ada paksaan sama sekali dan kadang malah bilang,


“Pokoknya sebisanya dan kuncinya ikhlas, lebih baik dibaca setelah ibadah wajib dan malam, nggih Buk/Pak”

Mungkin ini hanya pikiran dangkalku mengartikan seperti ini. Amalan tersebut harus diamalkan setelah salat wajib dan malam. Secara tidak langsung kita berfikir bahwa harus salat dahulu dan baru mengamalkan supaya doa manjur dan sampai pada Sang Kuasa.

Inilah hal yang tak terfikirkan bahwa hal utama bukan hanya amalan-amalan tersebut. Akan tetapi belajar untuk istiqomah melaksanakan ibadah wajib dan tepat waktu apalagi ditambah dengan salat malam (sunnah lainnya). Kita tidak sadar dan memang yang diharapkan dari hati ini (jika benar-benar) adalah hanya untuk dekat dengan-Nya dan meminta petunjuk-petunjuk-Nya. Berdakwah secara santun tetapi diterima dengan baik dan akan dilaksanakan dengan keikhlasan bukan ketakutan.

Semoga para kiai kampung diberikan kesehatan, keimanan yang bertambah-tambah lagi, kemudahan dalam segala hal apalagi untuk mengajar terus kepada generasi-genarasi yang “kurang akan adab” walaupun ilmu sudah melebihi segalanya. Amiin.


wallahul muwaffiq ila aqwamit-thariiq


___
Sumber gambar : alif.id
Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "Kiai Kampung, Pesan Tersirat dan Sangat Dalam"