Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Internet dan Adiktif Heroin, Bodoh yang Dirawat!




CAKYUS.COM - Internet menjadi salah satu yang tidak bisa dilepas dari kehidupan pada jaman yang serba digitalisasi terutama komputer dan ponsel pintar.

Melihat beranda di twitter dan instagram, semua informasi sangat variatif dan begitu silih berganti begitu cepatnya. Bahkan kita belum sempat mencari dibalik berita atau yang sedang viral sudah datang berita lain yang lebih viral. Akhirnya kita lupa akan berita yang lama.

Polanya begitu terus sehingga banyak orang yang mungkin dalam pendidikan rendah belum dan bahkan tidak sempat mencari keabsahan berita di sosial media tersebut di portal berita yang ada. Orang hanya mengikuti tren yang ada dan bisa dikatakan kita di setir atau di tunggangi oleh adanya internet terutama konten yang dibagikan.

Nah, semua inilah yang membuat orang menjadi lebih sering menggunakan internet apalagi terkait dengan sosial media untuk ekspresi diri dan keberpihakan terhadap sebuah opini. Orang yang tidak memihak dianggap apatis dan tidak mau updating diri padahal bisa jadi itulah yang membuat amat pada pikiran dan psikologis kita, lho. Setiap orang mempunyai hak untuk memilih pendirian dan keputusan jadi untuk hal privasi ya jangan di ulik-ulik.

Berdasarkan penelitian dalam jurnal PLOS ONE, dengan berkembang pesatnya penggunaan interntet ternyata internet lebih berbahaya daripada heroin, narkoba, dan beberapa alkohol, dilansir dari nypost.com

Ada beberapa jenis kecanduan yang berbahaya dan bisa jadi tidak terkontrol oleh diri kita selama ini serta tidak kita sadari, antara lain yaitu :

1. Cybersex Addiction, merupakan kecanduan karena melihat dan menggunakan internet untuk pornografi

2. Cyber-relationship addiction, seseorang yang terobsesi dengan orang lain atau teman sendiri untuk menjadi orang spesial bahkan ingin memiliki karena seringnya hubungan secara online (chat/call) saja tanpa tatap muka di dunia nyata.

3. Net compulsions, kecanduan karena bermain games atau kegiatan internet lainnya yang menguras kantong keuangan.

4. Information overload, terlalu banyaknya informasi sehingga seseorang bingung untuk memilih yang benar dan yang diikuti bahkan sampai banyaknya informasi membuat orang bodoh semakin bodoh karena tidak tau mana yang benar akhirnya terjangkit berita hoax.

5. Computer addiction , terobsesi bermain computer dan smartphone secara berlebihan sampai lupa akan waktu

Nah kalian lebih pada yang mana? Apakah hanya sering menggunakan sosial media bahkan lebih dari 1,5—2 jam sehari untuk bermain instagram ? hati-hati kalian susah kalau mau melepasnya.

Sebenarnya tidak masalah bermain sosial media atau berinternet secara benar dan yang produktif jadi main internet tidak untuk hanya sekadar kesenangan saja tetapi lebih kreatif menciptakan konten yang bermnfaat bagi pendengar dan pemirsa sesuai dengan lingkupnya. Jangan hanya yang lagi tren tentang “prank” semuanya membuat prank. Pembodohan namanya!

Hal yang menyedihkan sekarang ini adalah kita tidak sadar kita sudah kecanduan dengan alibi mengatakan bahwa “main internetku ada gunanya” sedangkan ia hanya bacod saja di sosial media komentar, membagikan berita yang gak jelas, bahkan replay story orang yang tidak sependapat dengan orangnya dan mencaci makinya. Katanya keterbukaan dalam berpendapat!

Kecanduan ini bisa dilihat yaitu, ketika ia jauh dari yang namanya smartphone ia merasa gelisah sekali seperti ditinggalkan oleh sang kekasih, hidup tidak lengkap tanpa melihat cerita yang sedang hits, merasa senang jika memiliki “follower” ribuan like yang jutaan ribu, dan lain-lain. Inilah mengapa Like, follower, dan viral bisa dikatakan sebagai heroin. Sedih ketika tidak lagi mendapatkan sebanyak itu dan senang jika disanjung terkiat viral bukan isi dari konten yang kreatif.

Pernah nggak sih ketika gak megang hp satu hari saja ? pasti tidak kuat dan merasa pusing dan merasa kesepian mau ngapain ? itulah tanda-tanda kalian sudah kecanduan yang namanya internet. Padahal ya gak ada yang menghubungi sama sekali tapi merasa “kayaknya ada yang chat, lagi ramai apa ya di grup, dst”

Melihat video youtube om Deddy dan Reza Arap, di channel Deddy Corbuzier, menurut mereka youtube sekarang bisa dikatakan bukan lagi untuk edukasi kepada penontonya tetapi memanfaatkan penonton untuk menghasilkan uang saja tanpa memikirkan edukasi didalamnya. Sehingga yang bodoh semakin bodoh dan yang kaya semakin kaya.

Hmm apa mungkin kecanduan masyarakat online kita yaitu “ikuti yang sedang viral” sehingga prank yang tak mendidik pun bisa trending sedangkan kontenyang kreatif dan edukatif jadi susah di papan atas?
Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "Internet dan Adiktif Heroin, Bodoh yang Dirawat!"