Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gen-Z Optimism dengan Positive Content : Indonesia Emas 2045



Cakyus.com - Pada tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar urutan ke-5 bahkan bisa naik menjadi ke-3 setelah China, India, dan US. Indonesia Emas 2045 sangat didukung oleh bonus demografi dimana penduduk usia produkif lebih dari 60% dan peran digital (digitalisasi disegala sektor).

Itulah harapan dan telah diprediksi oleh penelitian yang dilakukan oleh lembaga survei di Amerika Serikat (bisa dilihat di Youtube sudah banyak). Secara tidak langsung, itu adalah tujuan negara kita kedepannya sehingga menjadi negara yang kuat dan tahan terutama ekonomi.

Kekuatan dan harapan tersebut ternyata kurang dipahami oleh para generasi Z dimana yang semuanya serba digital, mencari informasi menjadi lebih mudah bahkan pendidikan formal bisa dikatakan sebagai pemantik, pendidik, dan memperbaiki adab, moral dan akhlak saja. Ilmu pengetahuan bisa diperoleh dari banyak sumber tetapi untuk adab dan bersosial tidak bisa tanpa adanya guru langsung (manusia).

Akan tetapi, potensi Indonesia yang besar tidak diketahui oleh banyak pemuda. Hal ini dibahas dalam acara Digitalks oleh CFDS UGM, dengan tema bertajuk "Building Gen-Z Optimism Through Positive Content", pada 25 Oktober 2019.

----
Siapa itu CfDS UGM ?

Center for Digital Society (CfDS) adalah  pusat penelitian di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada. Lembaga ini didirikan oleh perkembangan dan dinamika kehidupan sosial-politik kontemporer di dunia, yang ditandai oleh pengaruh informasi teknologi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan baru untuk mengelola dan memahami fenomena masyarakat digital. Penelitian dan kegiatan kami terutama didukung oleh moto terkemuka yang produktif, inovatif, dan berpengaruh.
----

Dalam acara tersebut diisi oleh CEO Good News From Indonesia (GNFI) yang sangat terkenal di sosial media instagram. Nah, potensi besar Indonesia adalah dunia digital. Mengapa demikian ? hal ini ditunjuang beberapa hal antara lain :

1. Pemuda
Jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta orang sedangkan jumla generasi muda sangat banyak yaitu hampir 160-an juta. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Brunei, Malaysia, dan jepang secara keseluruhan masih besar jumlah pemuda Indonesia terutama generasi Z.

2. Kekuatan Digital
Indonesia memiliki beberapa perusahaan yang mendunia bahkan sudah decacorn seperti Gojek, traveloka, dan OVO Indonesia. Hmm tidak kebayang kan. Selain itu, pengguna terbanyak sosial media terbanyak di dunia adalah Indonesia dengan penggunaan sosial media di Indonesia rata-rata 3 jam 26 menit dalam sehari menurut Digital Around The World 2019

Bisa dilihatkan, selain banyak tetapi juga orang kita begitu aktif, apakah ini juga bisa dikatakan menganggur, hehe. Nah, dengan potensi ini media kita tidak diisi oleh konten positif tetapi konten negatif sehingga para pendengar bahkan kita sendiri jika ditanya tentang Indonesia yang keluar adalah politik, agama, dan lain-lain yang kurang baik karena memang itu yang dibicarakan setiap hari,

"Bahkan, kita sampai lupa tentang dalam launching pembukaan menara eifel di Paris, ternyata dihibur dengan gamelan jawa bukan dengan orkestra atau opera", kata founder GNFI Akhyari Hananto

3. Budaya dan Alam
Bisa dikatakan Indonesia adalah negara yang kaya akan Budaya dan Alam terutama untuk pariwisata. Dikatakan bahwa Indonesia merupakan penyokong utama lingkungan dunia, paru-paru dunia, dll. Kurangnya apa sih? yaps, branding dan kita merasa kurang tertarik untuk liburan di dalam negeri atau sekedar memakai produk khas (baju) dan melestarikan budaya sekitar. lebih suka mempelajari budaya dan liburan ke negara lain.

Bagaimana Upaya Pemuda?

Mengapa pemuda menjadi tumpuan ? karena merekalah yang mengenal lebih banyak dan lebih tau tenang digital. Gunakan tersebut sebagai sarana mengenalkan tentang kebaikan Indonesia keluar negeri supaya kita dikenal dimanca negara baik pariwisata, budaya, ekonomi, dll sehingga masyarakat dunia percaya dan aman untuk berkunjung.

Buat story yang baik dan jangan membuat hal-hal buruk terus tanpa diimbangi dengan konten-konten positif. Kondisi kita ini adalah sangat jomplang (tidak seimbang) antara konten postif dan negatif sehingga lebih masuk otak terkait konten positif.

Salah satu penanya mengatakan bahwa terlalu banyaknya konten negatif yang dikonsumsi tanpa diimbangi dengan konten negatif akan membuat framing dan ini sangat berbahaya untuk berpola pikir. Salah satunya adalah seseorang akan berfikir jangka pendek tidak bisa berfikir jangka panjang dan susah untuk berubah maju.

Masih konsumsi konten negatif? akun rasan-rasan saja pengikutnya sampai 3 juta tetapi kanal informasi hanya 300k saja. 10:1 dong bagaimana tidak jomplang.

Marilah kita mulai berupaya berkonten positif. Salah satu hal mudah adalah dengan membagikan konten-konten baik di sosial media, seperti story dengan konten edukasi, membagikan informasi di WA yang menarik dan tidak kasar serta keras, dll.

"Yang paling utama lagi adalah katakan secara jujur dalam berkonten. Jangan yang buruk dipoles menjadi baik dan tetap berikan informasi yang benar", Ujar Founder GNFI.


Semoga informasi yang saya sampaikan diatas bisa bermanfaat dan kita sebagai generasi muda selalu untuk mengedukasi sekitar. Jangan sampai ada kata "Khayal" tetapi semua harus yakin dan "optimis" untuk Indonesia Emas.

Rujukan :
Gambar :Desain Pribadi
Ringkasan : Seminar Digitalks Oleh CFDS UGM

Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "Gen-Z Optimism dengan Positive Content : Indonesia Emas 2045"