Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Instastory Vs Post Feed, Mana Yang Lebih Menggangu Mental Seseorang?



CAKYUS.COM - Anak muda jaman sekarang bahkan sampai ibuk-ibu sudah tak asing bahkan bisa dikatakan tidak bisa jauh dari yang namanya gadget.

Gadget adalah teman sejati

Mengapa demikian? haha. Entah mengapa ketika seseorang curhat atau sekedear menghabiskan waktu selalu saja tidak bisa jauh dari smartphone ini. Padahal dunia maya tak seindah dunia nyata. Kita hanya bisa merasa merasakan bukan benar-benar merasakan.

Nah salah satu yang digunakan di gadget kalian adalah aplikasi sosial media dan utamanya adalah Whatsapp dan Instagram. Memang kedunya merupakan family apps dari facebook. Kali ini kita akan bahas khusus tentang instagram ya,

Nah pada instagram ini banyak sekali fitur yang diberikan mulai dari tujuan utamanya yaitu untuk pamer foto sampai dengan fitur close friends supaya cerita yang dibagikan hanya dilihat orng-orang terdeket saja. Bisa nih dimanfaatkan untuk mengode gebetan yang gak peka-peka.

Ada dua yang sering digunakan yaitu feed untuk posting foto sebagai galeri kita dan ada instastory

Dari survei yang aku lakukan di instagram melalui story mengatakan bahwa 81% lebih sering membuka instastory daripada hanya sekadar like postingan yang berkeliaran. Yang mengikuti polling ini sekitar 40 orang.



Gambar a. Survei kecil-kecilan

Kemudian pertanyaan selanjutnya adalah tentang mengapa seseorang lebih suka melihat story ketimbang melakukan like saja postingan yang lewat? paling-paling yang disukai adalah postingan yang muncul 1-3 saja dari atas.

Alasan pertama, males scroll. Alasan ini memang logis apalagi untuk cowok yang apa gunanya menggunakan instagram? mau pamer ganteng juga buat apa kan. Berbeda dengan cewek  (mungkin) lebih menggunakan instagram untuk selalu up to date tentang trend make up atau gaya berpakaian. Kalau pria ? ya pasti untuk melihat foto cewek-cewek cantik di beberapa perguruan tinggi postingan tentang dunia kerja dan hidup masa depan.

Alasan kedua, ada yang bilang untuk kebutuhan. Untuk kebutuhan ini memang sangat penting dan mengetahui bagaimana fitur story dimanfaatkan. Begitu pula pihak pengembang aplikasi mengapa lebih sering mengeluarkan iklan di instastory daripada di feed. Karena impression lebih besar dan lebih banyak akun-akun berpotensi untuk dikunjungi.

Kemudian, fitur story juga dapat digunakan untuk mengisi highlight pada profil pemiliki akun selain untuk mempercantik juga untuk personal branding terutama untuk akun-akun bisnis.

Alasan ketiga, hiburann. Ha? hiburan? . Nggak tau apa tujuan pengisi banyak juga yang menulis untuk hiburan. Bisa saja hanya untuk menikmati kegiatan yang sedang dilakukan orang lain apalagi orang terdekat kita. Selain itu, pasti suka dong misalnya kita dimention pada story orang lain yang notabene mereka adalah yang kita sayang atau yang diidolakan (seperti disebut Pak Lurah).

Akan tetapi, dari yang aku lihat. Walaupun instastory banyak digunakan dan banyak hal positif ternyata banyak juga dampak negatifnya. Apalagi ini sudah menyasar masalah mental.

Mungkin ini bisa dijadikan judul skripsi bagaimana pengaruh psikologi seseorang yang melihat instastory dengan variasi tingkat keseringan. Bisa juga mengetahui tingkat kesedihan akibat melihat mantan yang upload story dengan gebetan yang baru.

Nah, beban mental yang dirasakan seperti antara gengsi dan malu. Biasanya seseorang mengikuti akun-akun teman dan akun idola mereka serta selebgram yang gak sengaja lahan perlahan dijadikan panutan. Baik panutan dalam hal fashion atau gaya hidup. Akibat gengsi melihat teman-temannya sosialita yang glamor jadi ikutan juga padahal hal itu tidak penting baginya.

Selain itu, terkait dengan perubahan paradigma dalam belajar akhlak. Sedang ramai-ramainya nih trend hijrah di kalangan remaja. Apabila dalam kebaikan alhamdulillah tetapi jika merasa saya lebih buruk daripada mereka dan mengikutinya dengan begitu saja itu yang salah. Apalagi kita juga gak terlalu kenal dengan orang yang kita anggap baik tersebut. 

Selanjutnya, melihat story kehidupan orang lain yang lebih bahagia, termasuk nikah muda dan liburan. Kadang kita dipameri dengan kehidupan orang lain yang terlihat bahagia di sosial medai dan bisa liburan kapan saja dan dimana saja. Kita merasa kok kurang terus dan belum bisa seperti dia ya. Inilah yang membuat kita tidak mengetahui tingkat kita dan suka membandingkan dengan orang yang tidak sebanding dengan kita.

Akibatnya kita malah tidak bisa merasakan nikmatnya hidup dengan kesederhanaan sesuai dengan apa yang diusahakan dan kita miliki sementara. Tak selamanya kok yang kita lihat bahagia ternyata malah berakhir kurang baik. Karena setiap hubungan memiliki kearifan lokal masing-masing.

yang paling utama adalah jangan suka block akun instagram setelah putus ya. Nanti kamu sendiri yang akan kangen lho disuatu hari nanti dan biarkan berjalan saja, Siapa tau dia ngajak balikan denganmu atau ngajak bisnis yang menjanjikan? karena rezeki jalannya darimana saja termasuk dari mantan yang memutus kita ketika sayang-sayangnya.

Selamat berselancar di dunia maya ya. Cukup garis bujur dan lintang saja yang maya, cintamu jangan.

https://www.instagram.com/yusufabdhul
Instagram : @yusufabdhul
Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "Instastory Vs Post Feed, Mana Yang Lebih Menggangu Mental Seseorang?"