Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Antara Ketidaknikmatan Akibat Kecemburuan



Sumber : pixabay.com

CAKYUS.COMDalam menjalani kehidupan tak lepas dari adanya harapan, keingingan, dan kebutuhan yang menjadi hak dasar manusia.

Hak dasar manusia adalah hak hidup, hak merdeka, dan hak merasa aman dalam berkehidupan. Hak tersebut sebenarnya berguna untuk menjalankan hidup supaya dapat menikmati apapun yang didapatkan seseorang.

Kenikmatan adalah keindahan yang dirasakan

Memang dalam menikmati hidup tak jauh dari yang namanya “harta” entah benar atau tidak. Secara penelitian, menunjukkan ada hubungan dimana pendapatan keluarga yang rendah (miskin) menandakan tingkat kebahagiaan yang rendah dan usia harapan hidup yang tidak tinggi.

Berbeda dengan penelitian yang kebanyakan, di DI Yogyakarta-lah yang merupakan sebenanrnya manusia yang dapat menikmati hidup. Mengapa pendapatan rakyat DIY yang related rendah dan tergolong miskin memiliki usia harapan hidup paling tinggi se-Indonesia? Hal inilah yang menjadi teka-teki dn tidak sesuai dengan penelitian kebanykan diberbagai daerah.

Cara menikmati apapun itulah yang menjadi hal utama. Bagaimana bisa? Misalnya saja kita memiliki pendapatan yang kecil sehingga hal yang bisa kita makan untuk keperluan sehari-hari hanyalah tahu dan tempe saja. Biasanya memaknainya yang tidak semua orang bisa.

Kebanyakan orang memiliki harapan yang besar “coba kalau tahu tempe ini adalah ayam atau daging sapi ya”. Nah, kita tidak menerima takdir tahu tempe ini yang sudah dihidangkan. Bagaimana bisa merasakan jika yang kita makan saja tempe tetapi yang ada dipikiran kita yaitu sedang merakan daging?

Kalau sedang makan tempe ya dirasakan tempe, kalau sudah selesai makan silahkan berdoa supaya lain waktu bisa makan daging. Bisa merasakan tempe yang sudah ada dan lain kali rezeki pastilah datang.

Ada perkataan dari guru saya di desa, “Setiap orang itu membawa rezekinya masing-masing”. Jadi janganlah risau tidak mendapatkan rezeki, yang harus dilakukan adalah berusaha mencari rezeki yang sudah ditakdirkan tersebut dan nikmati prosesnya maka akan ada kata syukur dalam benak hati yang paling dalam.

Begitupun dalam hal asmara yang sedang banyak dibicarakan anak muda jaman sekarang. Entah apa itu apa artinya baper dan sebagainya, kurang begitu tau maksudnya.

Tetapi, memang asmara anak muda jaman sekarang ini berbeda. Mengapa? Karena status adalah eksistensi dan rasa adalah sebuah hal yang diumbar kadang juga untuk mainan. Kalau rasa bahagia tak masalah dibagikan tetapi rasa cinta kok dipermainkan ya piker-pikirlah ya.

Mementingkan “status hubungan” menjadi hal yang penting entah itu untuk eksistensinya menunjukkan bahwa dia sudah tidak jomblo atau hanya ingin pamer saja kepada sang mantan yang telah meninggalkan padahal sudah saying-sayangnya. Hadehhh, ini rasa vroh bukan untuk dipamerkan.

Selain itu, semuanya yang berlatar kecemburuan bukan lagi menjadi tanda rasa saying tetapi sudah beralih menjadi rasa tidak menikmati dan berakhir rasa pahit.

Kita yang bisanya makan tahu saja cemburu pada orang yang biasanya makan daging setiap harinya. Padahal belum tentu kesehatan orang yang setiap hari makan daging lebih baik daripada kita yang hanya makan tahu. Bisa jadi mereka malah punya penyakit stroke sedangkan kita sehta-sehat saja karena bahannya dari serat yang baik untuk pencernaan.

Begitupu pada masalah asmara, kita terlalu mambandingkan kekasih kita pada acuan yang kita pandang lebih cantik atau tampan atau mungkin kaya yang bisa ngajak jalan kemana-mana dan makan dimanapun tempatnya. Selain itu, kita malah sering membandingkan kondisi hubungan kita dengan orang lain yang menurut kita lebih sempurna.

Padahal euforia dalam setiap hubungan itu memiliki kearifan lokal masing-masing dalan berbeda dalam menanggapinya.

Ingatlah, bahwa Tuhan telah memberikan apapun itu karena besarnya cinta-Nya pada sang hamba-Nya. Maka alangkah baiknya jika kita tidak “ngresulo” apapun yang telah diberikan dan menikmati sesua kodrat yang diberikan. Jangan tempe dinimati dengan rasa daging.

“Jangan juga mantan yang telah milih orang lain dinikmati seperti kekasih sendiri”, kok mesakne temen to.

Apabila dengan sekecil makanan saja kau tidak bisa bersyukur bagaimana kau bisa bersyukur bila mendapatkan yang lebih besar, yang ada malah lupa pada yang memberi. Seperti orang tuamu yang memberi makan setiap hari tetapi kamu abaikan saja dan lupa untuk berterimakasih sedangkan orang lain sang kekasih atau mantan yang ngajak balikan ngajak keluar ke kafe beli segelas kopi dan bercerita tentang senja saja diingat sampai nanti dan terus berterimakasih.

“Sore tak sempurna tanpa senja, begitupun aku tanpamu, hambar rasanya”



Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "Antara Ketidaknikmatan Akibat Kecemburuan"