Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Otak itu Adik sedangkan Hati adalah Kakak


CAKYUS.COM - Dalam menjalani keseharian baik secara individu maupun sosial tidak terlepas dari yang namanya pengambilan keputusan. Keputusan ini selalu dihadapkan antara dua pilihan yaitu antara “iya” dan “tidak”.

Akan tetapi, tidak selamanya dalam memutuskan ini tidak dihadapkan dalam kebingungan. Seringnya, seseorang yang tidak terbiasa akan bingung dan juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti lingkungan dan pertemanan.

Pilihan seseorang bisa saja terjerumus pada hal yang kurang baik atau bahkan dilarang oleh sosial dan agama dan juga bisa saja menjadi hal kebaikan untuk kemaslahatan orang lain dan diri sendiri. Hal yang harus diperhatikan lagi yaitu kata-kata berikut.

“Baik belum tentu benar, dan benar belum tentu baik”.

Karena kebenaran dan kebaikan dalam berkehidupan haruslah saling ada dan tidak boleh saling meniadakan. Selain itu, kebaikan dan kebenaran bukanlah sepihak dari salah satu pihak.

Jaman sekarang ini, kebanyakan keberan dan kebaikan hanya sepihak saja.

“Ini baik dan benar bagiku tetapi tidak melihat bahwa tersebut tidak cocok untuk orang lain dan bahkan merugikan”

Kedua ingat bahwa “Kebenaran tergantung pada daerah tertetu” dimana “Dimana bumi dipijak, disitulah langit dijunjung”. Maka kita harus memposisikan diri dalam kondisi apapun.

Otak menjadi bagian yang memikirkan berbagai apa yang pernah diingat atau dipelajari. Akan tetapi dalam pengambilan keputusan untuk kebaikan dan kebenaran tidak cukup bagi otak. Otak bagaikan adik dimana dia masih perlu dibimbing dan belum cukup banyak akan pengalaman walaupun pengetahuan sudah mumpuni.

Berbeda dengan otak, Hati lah yang menjadi kakak bagi manusia. Sifat kemanusiaan terdapat dalam hati dimana hati tidak akan salah dalam menentukan pilihan.

Hatilah yang bisa membimbing otak bagaikan kakak yang tidak ingin adiknya terjerumus dalam kegelapan dan kesalahan. Hal yang perlu dilakukan untuk kebaikan diri sendiri adalah kakak haruslah lebih baik daripada adik sehingga hati harus sebersih mungkin.

Salah satu cara membersihkan dan memurnikan hati adalah dengan menerapkan sifat “pasrah bongkotan” dalam bahasa Madiun-an. Artinya adalah selalu sabar, ikhlas, dan berserah semuanya pada Gusti Kang Maha Kuwasa dengan selalu diiringi ikhtiar dan maksimal.

Marilah kita belajar bagaimana menikmati hidup ini karena membersihakan hati yaitu hanya dengan menciptakan keindahan. Sedangkan keindahan adalah hasil dari cinta yang ikhlas pada Sang Kuasa.
Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "Otak itu Adik sedangkan Hati adalah Kakak"