Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

LEBARAN WAKTUNYA PAKAI CELANA YANG BANYAK SAKU


CAKYUS.COMLebaran di Indonesia menjadi istimewa atau mungkin satu-satunya yang bisa menghabiskan hamper satu minggu lebih untuk perayaannya. 

Beginilah memang “tradisi” yang ada di Indonesia begitu unik dan istimewa ketika budaya digabungkan dengan agama dan tidak saling meniadakan serta sesuai dengan syariat yang ada.

Budaya memang tidak bisa dipisahkan dengan apapun karena manjadi asal dan dasar seseorang berasalah bahkan bisa jadi menjadi ciri khas suatu daerah ataupun orang yang berasal dari daerah tertentu.

“Lebaran sebentar lagi”, tolong jangan dibaca sambil nyanyi ya, hehe. Banyak kata-kata yang akan menghiasi media sosial kita. Dulu sebelum adanya sosial media yang masif seperti ini, ucapan bisa sangat romantis karena bersifat personal.

Biasanya seseorang yang mengucapkan selamat lebaran dan meminta maaf melalui sebuah pesan singkat yang disebut “SMS”. Kenapa bisa sangat personal? Bahkan mungkin kalau tidak terbiasa bisa jadi baper lho, ehehe. Karena memang pesan tidak panjang dan tersirat banyak makna.

Berbeda dengan dengan sekarang yang mengucapkan hanya “kopi pasta” dari grup-ke-grup lain tanpa diedit. Paling-paling diedit ketika ada nama sang pengirim yang berisi “Saya mewakili keluarga Cak Yusuf, mengucapkan . . . . “, dan seterusnya.

Dengan adanya kemajuan zaman dan teknologi jangan sampai ya, kesan dari sebuah momen hilang karena ketidaksopanan atau ketidaktauhan dalam bersosial media.

Kedua, hal ini bukan tradisi tetapi memang banyak juga dirasakan oleh anak-anak khsusnya anak desa. Dimana ketika tahun baru pasti memakai dan membeli baju baru.

Baju baru disini bukan berarti harus baru beli tetapi bisa juga “lungsuran” dari mas-masnya yang kira-kira masih bagus dan bisa dipakai. Tetapi, kalau begitu terus ya gak beli-beli yang baru dong.

Nah ketika di pasar, anak kecil suka sekali dengan celana yang memiliki kantong saku yang banyak bahkan mencari juga baju dengan kantong yang banyak. Sebenarnya apa tujuannya? Ya, kalian tau sendiri kan ya, biar dapat THR-an banyak dari sanak saudara.

Misalnya kita hitung saja, satu saku bisa menampung uang Rp10.000 sebanyak 5 lembar berarti sudah Rp50.000 dimana ada sekita 6 saku dicelana dan 2 saku di baju. Rp50.000 dikalikan dengan enam buah saku, ya kira-kira dapet Rp400.000 lah ya. Belum kalau dua hari kelilingnya. Hehe.

Di daerah saya, yang namanya berkeliling dan sowan ke rumah-rumah orang yang lebih tua (sepuh) biasa disebut dengan “Sejarah”. Apa maksudnya? Yaitu menelisik sejarah dari keluarga-keluarga yang dulu, turunan, bahkan sampai bernostalgia dengan kakek dan nenek yang dulu “ngemong (merawat)” kita.

*) Nama "sejarah" popular di wilayah Jawa Timur lebih tepanya sekitaran Madiun.

Oh iya, mau menegaskan saja bahwa ini bukan mengajarkan pada anak kita untuk meminta-minta lho ya. Ya tergantung kalian memandang saja sih. Karena juga sudah kebiasaan, jadi orang tua kita juga memberi THR-an ke saudara-saudara lain dan orang tua saudara juga memberi ke anak-anak yang lain. Jadi muter saja sih.

Tetapi hal yang bisa ditarik disini adalah bagaimana sih prinsip”sesrawungan” di desa khususnya Indonesia. Karena Indonesia bukan Ingris, Amerika, ataupun Arab yang notabene sebagai asal Agama Islam. Setiap Negara dan wilayah memiliki kearifan local masing masing.

Dengan adanya seperti ini, orang tua juga belajar bagaimana untuk beramal dengan ikhlas dan tidak memaksa juga (kalau tidak mampu ya tidak memberi) serta yang diberikan merasakan kebahagiaan.

Betapa damainya jika Negara kita ini seperti ini. Saling membantu dan saling membahagiakan.

Eh …. Eh….

Akan tetapi, terkadang memang semua uang tidak dirasakan sendiri dan diminta orang tua dengan dalih “kamu masih kecil sini mama bawain uangnya nanti hilang” dan kita diberi Rp10.000 saja sudah senang sekali. Minimal bisa beli petasan dan es teh. Ada yang seperti ini? mention mamanya di komentar hehe.

Setelah lebaran sekitar 2-3 hari berkunjung ke saudara jauh juga akhirnya ditutup dihari ketujuh bulan Syawal dengan “Lebaran Ketupat”. Ini Budaya juga kan? Mana ada ketupat diluar negeri? Jangan bilang yang aneh-aneh tetapi masih mau makan ketupat. hehe

Selamat bermafaat-maafan di Hari yang Fitri ini ya. Jangan lupa pulang ya sayang, bukan jodoh saja yang ditunggu tetapi orang tua dan sanak saudaramu juga menunggumu datang.


Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "LEBARAN WAKTUNYA PAKAI CELANA YANG BANYAK SAKU"