SEMAKIN DEWASA SEMAKIN NGADEMKE ATI


SEMAKIN DEWASA SEMAKIN NGADEMKE ATI CAKYUS.COM


CAKYUS.COM – Semakin dewasa hidup berjalan semakin cepat dan bahkan tak terasa telah menghilangkan banyak waktu karena teralalu sibuk akan suatu hal.

Aku seharusnya sudah masuk dewasa sejak kemarin-kemarin karena umurku sudah tidak muda lagi. Aku baru sadar dan berasa memulai kedewasaan ini yang muncul dari keadaan.

Keadaan orang dewasa sangat berbeda dengan hal yang dibayangkan anak kecil yang katanya enak jadi orang dewasa karena bisa memiliki uang sendiri, bisa membeli apapun, dan bisa kemana-mana tanpa harus dilarang-larang sama orang lain.

Tetapi kenyataan memang begitu terbalik dan mungkin dirasakan oleh kalian. Ketika sudah dewasa malah sering muncul ditelingaku dari kata-kata teman seangakatan bahwa ingin kembali ke masa anak kecil.

Anak kecil main tak ada beban yang berat dan bebannya hanya dimarahin orang tua sehari pulih kembali. Didunia kedewasaan semua ditanggung sendiri baik masalah sendiri dan ada pula masalah yang ditimbulkan dari orang lain.

“Ngademke Ati”


Kata yang mungkin sangat istimewa dan lebih dari apapun bagi seorang yang sedang menjalani kehidupan sebenarnya.

Semakin dewasa kita akan dihadapkan dengan pilihan yang menyusahkan bahkan membahayakan bagi kita sendiri ataupun orang lain. Apalagi ada masalah yang menyangkut dengan diri kita sendiri.

Hati semakin digunakan dan akal semakin tenggelam dalam menguasai amarah. Setiap individu memiliki kelompok dan circle sendiri sehingga sangat tidak leluasa untuk masuk kedalam ataupun mau keluar.

Kedewasaan dipenuhi dengan kepentingan. Terkadang otak menjadi “goblok” saat dihadapkan dengan “kepentingan”. Kita akan ngikut saja ketika itu menguntungkan kita dan malah memilih diam saja.

Ngademke ati memang sangat penting salah satunya dengan mengikuti diskusi-diskusi ringan yang tak harus membahas tentang agama.

Karena urusan hati adalah urusan kita dengan Tuhannya.

Tak bisa dipungkiri lagi, semakin kesini malah menilai seseorang dari apa yang kita lihat saja. Karena memang manusia diberi batasan untuk melihat yang tampak saja dan tidak dengan hal ghaib.

Bagaimana jika manusia tidak diberikan batasan oleh-Nya? Mungkin dunia akan hancur, manusia akan musnah, dan tidak adanya kemanusiaan serta bisa saja menuhankan dirinya.

Hatilah yang bisa mengontrol semuanya. Semua itu tergantung bagaimana kita mengasahnya terutama alam bawah sadar. Ketika kita melatih selalu “ngademke ati” setiap ada masalah pasti secara reflex nanti ketika ada masalah secara langsung mengademkan diri.

Memang ya, sebenarnya yang salah ini siapa ya? Anak kecil yang memandang orang dewasa enak atau sebaliknya?

Ngademke ati dengan bercerita bersama kekasih yang dicintainya merupakan salah satu yang bisa dilakukan walau kadang tidak memberikan solusi, tetapi minimal memberikan kepercayaan kepada kita atas masalah yang sedang dihadapi.

“Tidak terselesainya masalah karena terdapat prasangka, dan terselesainya masalah karena percaya”

_______

Hai (dek) kekasihku nanti,

Aku yakin kamu disana tak pernah membayangkanku,

Tapi semoga ada waktu nanti yang bisa mengingatkanmu, 


Pesanku nanti, Berilah selalu kepercayaan kepada anak-anak kita nanti bahwa anak kita adalah anak yang sholeh/sholehah, anak yang cerdas, dan anak yang sangat berbakti kepada (kita sebagai) orang tua.

Jika kita percaya maka akan terwujud karena yang berbicara bukan hanya akal tetapi batin yang ikhlas. 

 
____
Kontak saya
e-mail      : yusazis28@gmail.com
twitter      : @meuliyah
instagram : @yusufabdhul

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "SEMAKIN DEWASA SEMAKIN NGADEMKE ATI"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel