Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

LUCUNYA KASIH SAYANG DAN CINTA SI AMIN

Sesederhana kalimat "Hati-hati ya" | cakyus.com
Cakyus.com – Rasa cinta adalah kenikmatan yang pernah dirasakan setiap insan untuk menjalin sebuah hubungan dan komunikasi untuk kehidupan dimasa depan yang lebih bermakna dan indah.

  "

Aku Orang Biasa Saja


Amin, merupakan siswa SMA suatu sekolahan yang terletak lumayan perdesaan tetapi tetap dekat dengan kota. Jika dibandingkan dengan SMA kota, sekolah Amin sih ya lumayan bagus lah ya apalagi ditambah dengan siswanya yang sudah kuliah di berbagai penjuru pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan.

Amin—bukan merupakan salah satu unsur nama panjangnya—merupakan siswa yang terbilang rajin,pintar, bahkan selalu masuk 5 besar ranking parallel disekolahnya. Sekarang ia duduk di kelas 12 dimana akan lulus dan harus memikirkan masa depan untuk masuk dunia perkuliahan. Akan tetapi, disisi lain khususnya dipenampilan ya jangan tanya karena memang kurang terurus apalagi masalah rambut yang panjang.

Untuk memtotong rambut saja, Amin selalu menunggu hari Senin sehabis upacara bendera dilapangan yang disebut dengan acara “popolan”—sebuah ritual yang tidak disukai banyak siswa tidak berlaku buat Amin—yaitu acara pemotongan rambut secara paksa oleh guru kepada siswa yang memang rambutnya panjang, dicat, ataupun dimodel yang tidak sesuai dengan aturan dan kerapian.

“Lho Min, kok kamu masuk jajaran siswa yang kena popolan lagi? Sudah berapa kali bapak mengingatkan”, seorang guru bernama Pak Su sekalian menyuruh Amin untuk maju kedepan lapangan upacara.

“Lha, kenapa harus rapi pak? Para koruptor saja semuanya rambutnya rapi”, jawab Amin yang meniru lagak komika terkenal bernama Kang Dodit Mulyanto.

“Lha kamu masih sekolah, kamu harus taati aturan, sini tak popol dulu dan jangan ditiru itu koruptor, tiru saja saya ini jadi gurumu yang paling baik”, sambil memotong rambut yang dibuat berundak undak tak karuan dan sambil tertawa “Wahaha, sudah, potong gratis ya Min sukanya”.

Setelah acara popolan selesai kami semua siswa-siswa masuk kedalam kelas untuk mengikuti rangkaian acara pembelajaran jam pertama hari Senin. Memang kelas Amin bukan kelas unggulan tetapi patut dibanggakan banyak siswa yang pemikirannya luas dan terbuka pada masalah sosial padahal kelas Amin adalah kelas IPA.

Kelas jam pertama dan kedua adalah pelajaran yang disukai si Amin dengan guru yang sangat enak dan sering nglucu dikelas walaupun kadang juga gak masuk di otak kami.

Senin, pukul 10.00 WIB waktunya istirahat pertama. Kelas Amin berbeda sekali dengan kelas IPA lainnya. Ketika istirahat pertama, siswa kelas lain yang IPA langsung pergi ke mushola untuk sholat dhuha dan rutin dilakukan. Nah, siswa kelas si Amin ya langsung cuss ke Kantin sambil ngobrol-ngobrol masalah gebetan, siswi cantik, dan utang pada bu kantin.

Bagi Amin sarapan ya jam 10 pagi itu, karena kalo pagi ya habis mandi dandan dan langsung berangkat ke sekolah. Sarapan dihabiskan selama 15 menit padahal waktu istirahat sekitar 30 menit. Habis makan langsung balik kekelas dan ambil gitar. Biasalah anak zaman sekarang apalagi suka lagu-lagu indie dan mellow buat nembak cewek kan ya.

“Ada yang lewat tuh adik kelas, godain Min”, kata si Siyu teman akrab Amin sejak awal masuk sekolah.

“Hai, dik. Duh cuek banget sih lewat, mbok senyum”
, dengan lambe turahnya yang emang sangat turah. 
 

"

Tersungkur Malu Adalah Awal


Suatu saat ketika guru untuk jam ketiga dan keempat sedang diperjalanan menuju kelas, Amin menyegerakan ke kamar mandi karena sudah ngempet buang air kecil hanya buat godain adik kelas. Tak sering dia godain adik kelas, dan baru kali ini dia berani godain dengan bercanda bersama si Siyu dan temen-temen lain.

Sudah lega dengan pipisnya, langsung lari keluar toilet dan “bruk”. Tergelincir karena keset yang didepan toilet ternyata licin dan Amin tersungkur. Amin tak sakit wong dia cowok kuat “katanya” jadi ya sok kuat aja. Akan tetapi, yang dia rasakan adalah rasa malu pada wanita tepat didepan kepalanya yang juga kaget.

“heh hati-hati ya”, dia sambil menjulurkan tangannya kepada Amin.

Seorang siswa kelas 12 IPA juga tetapi beda kelas. Namanya Annisa dan Amin kenal dia karena memang dia rajanya anak pintar. Annisa merupakan anak yang rajin, gak banyak ngomong, punya bakat seni, dan senyumannya itu lo yang bikin Amin seketika itu malu.

“Oh iya gapapa kok An, ya udah tak masuk kelas dulu ya. Makasih bantuannya dan ucapannya”, tak sengaja keluar kalimat seperti itu dari mulut Amin.

Amin sebenarnya sudah kenal lama sama Annisa ini dan dia tau bahwa dia anak yang pinter dan gak neko-neko. Tetapi memang Amin gak pernah ada apapun dan sebatas teman yang biasa. Bahkan namanya SMS pun gak pernah sama sekali sejak awal masuk sekolah dulu padahal sih kalo di sekolahan yang sering ngobrol.

Sejak kejadian itu, Amin deg-degkan karena guru sudah masuk dan memberikan kuis, Amin telat dan gak bisa ikut kuis. Ditambah lagi senyuman Annisa yang pertama kali dia saksiskan secara nyata dan nyata untuk Amin.

“Hashhh sudahlah, apa ya tadi kok jadi gak fokus kelas Fisika, padahal Nuklir adalah masa depan energi kita, apalagi Annisa impian masa depan saya”
, berguman sambil minum setengguk air.

“heh kowe kenapa eg? Itu lho dipanggil Bu Guru buat ngerjain soal di depan”
, tegur si Siyu pada Amin yang sedang bergumam tadi.

“Oh, sorry aku ra fokus, kelingan mau”. Jawab Amin.

Amin langsung maju kedepan dan mengerjakan soal Relativitas dan Hukum Eisntein. Memang kalo sudah cerdas ya bebas, walaupun ngelamun kalau disuruh maju langsung bisa mengerjakan.

"

Sapaan Dikala Pulang


Pukul 15.00 WIB waktunya semua siswa untuk pulang dan kegiatan ekstra kulikuler (ekskul). Akan tetapi karena hari Senin paling ya ekstra-ekstra tertentu saja yang kegiatannya rutin.

Walaupun tidak ada ekskul, kegiatan wajib kami termasuk Amin adalah voli. Tujuannya sih hanya untuk seneng-seneng dan menghibur mendekati ujian Nasional apalagi SNMPTN huftt. Menunggu yang tidak pasti itu memang menyebalkan tepi mengenang.

Seperti halnya menunggu Annisa yang biasanya pulang agak sore dibandingkan temen-temen yang lain. Biasanya dia ngerjain soal-soal buat latihan UN, SBM, dan tes USM masuk kedinasan dan yang aku suka adalah dia mengajarkan kepada temen-temennya yang meminta bantuannya.

“Manis”
Memang manis, manis gula semut. Tak seperti biasanya, Annisa pulang agak sore banget sekitar pukul 17.00 dan Amin ketika itu baru saja selesai voli dan duduk-duduk diteras ruang kelas hanya untuk menghilangkan keringat dan rasa lelah sambil minum teh sisa dari ruang guru.

Srek, srek, srek. Suara sepatu Annisa menyentuh lantai yang syahdu ditemani dengan teh yang sedikit hambar banyak airnya serta senja yang sedikit menyingkap awan untuk menunjukkan kemerahan pipinya.

“Ayo di balik dah sore”, sapa Annisa sambil senyum dan menganggukan kepala.

“Ya duluan aja, masih mengagumi senyumanmu dengan sedikit rasa lelah diwajahmu banyak keringat nih An. Hati-hati ya dijalan”, tehnya hampir saja tumpah karena lupa akan manisnya teh dan dunia.

"
Senja dan senyumu, satu warna, satu rasa, satu waktu yang kutunggu setiap harinya mulai hari itu aku terpeleset.

Betapa lucunya rasa ini hanya gara-gara keset toilet
"

Setelah kering keringatanya Amin langsung pulang naik motor Supra—nek ra supra ra dicinta—dengan sepatu yang digantung di tas.

Rasanya, Amin segera ingin mengakhiri hari ini dan menunggu hari esok.

“Annisa, Annisa, hufft”, sambil menyetir motornya dengan pelan dan menikmati perjalanan di kala malam telah melahap sang mega dari keindahan senja.

Kelanjutan ceritanya segera rilis.
Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

Post a comment for "LUCUNYA KASIH SAYANG DAN CINTA SI AMIN"