Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengalaman Kasih Sayang dari Naik Bis Jawa Timuran




Kasih sayang merupakan derajat tertinggi yang dirasakan seseorang tanpa harus memikirkan kata "karena" dan tapi.

Suatu hari, aku mau pergi dari Yogyakarta menuju Madiun. Pertama, aku sebenarnya ingin naik kereta api pas mau pulang, akan tetapi kehabisan.

Mengapa memilih kereta api? ya karena waktu sampai lebih singkat bahkan hanya separuh dibandingkan dengan naik bis ataupun naik sepeda motor. Apalagi ada yang namanya Go Show, yang harganya hampir separuh lebih murah. Hehe cepet plus murah kan lumayan.

Nah akhirnya yang kupilih adalah naik bis jawa timuran yang berangkat dari Terminal Giwangan. Menuju kesana memerlukan waktu yang lumayan lama hampir setengah jam lebih dengan menggunakan Trans Jogja. Hanya dengan Rp3.500,- bisa muter kemana-mana.

Nah disini udah dapat pengajaran moral yang tinggi. Pertama, ketika sesampainya di sekitar stasiun lempuyang ada ibu-ibu tua yang jualan dan masuk ke bis Trans Jogja. Suasan bis full dan sesak. Ibu tua tersebut terasa sangat lelah membawa "rinjing" untuk membawa jualannya yang kayaknya belum laku banyak juga.

Melihat hal itu, seorang yang dekat dengan mbah tersebut berdiri dan mempersilahkan duduk mbah yang lelah tadi. Padahal yang mempersilahkan duduk tersebut sedang sakit juga. Disinilah naluri manusia muncul secara spontan. Orang lain yang melihat menjadi sadar dan malu, akhirnya mempersilahkan duduk buat yang sakit tadi.

Lanjut sampai diterminal Giwangan (kayak lagu ya), disana aku masuk ke Bis Mira karena memang sepi dan sampainya cepet serta selama naik tidak ugal-ugalan (kalau pagi sampai sore). Selama perjalanan tempat duduk hanya berisi sekitar 10-12 orang saja sampai Solo.

Yogyakarta-Klaten tidak boleh  menaikkan orang dipinggir jalan untuk Bis Besar , jadi harus naik lewat terminal.
Nah sesampainya di Solo, bis berhenti sejenak (karena sudah sore) dan sambil beli minuman untuk menghilangkan dahaga. Eh tiba-tiba ada wanita cantik duduk disampingku dan memakai jaket dari Universitas terkenal di Malang. Kita cakap-cakap banyak dan malu-malu mau memulai percakapan (biasalah)

        "Mbak mau kemana?" aku bertanya memberanikan diri.

        "Mau balik mas ke Magetan, Masnya mau kemana?" tanya balik kepadaku

        "Mau balik juga mbak ke hati mbak Madiun, ternyata kita deket juga ya". Balasku. 
        
        "Madiun e ndi eg mas?" , mulai pake bahasa jawa dan belanjut terus.

Ternyata kita seangaktan.

(Maaf bukan itu ya ceritanya, hehe.)

Nah ketika itu, ada remaja putri yang diantarkan oleh bapaknya sampai diantarkan naik kedalam Bis. Ayahnya membawakan banyak sekali barang dan berat (tas dengan ukuran hampir se-koper). Setelah anaknya duduk bapaknya keluar dan anaknya main Hp di dalamnya.

Setelah bapak tadi turun, aku pun memperhatikan bapak tadi ternyata beliau tidak langsung pulang. Beliau ini menunggu anaknya sampai bis benar-benar berjalan. Anaknya gak sadar jika bapaknya ternyata menunggu.

Bapaknya menunggu diluar dan berbincang-bincang dengan kernet bis (biasalah orang tua gampang akrab) dan membelikan jajan ringan untuk anaknya ternyata. Bapaknya tadi naik dan memberikan minuman untuk anaknya dan anaknya baru sadar ternyata masih ditungguin.

Nah, selama perjalanan aku tetap ngobrol dong sama cewek tadi sampai di Magetan (rumahnya), dan aku sendiri lagi sampai Madiun.

Dari cerita tersebut, kasih sayang orang tua ke anak memang tidak ada batasnya bahkan kita sebagai anak tak akan mampu membalas kasih sayang beliau (bapak dan ibu).

Untuk itu marilah kita sayangi dan apapun yang bisa kita berikan kepada orang tua. Apapun itu, minimal berdoa untuk mereka dan sering memberi kabar (canda tawa walaupun hanya telepon).

Jangan cuek, kowe ki sopo kok wani cuek ng wong tuo?
 Kasih dan Sayang merupakan tingkatan tertinggi perwujudan dari ras Cinta. Rasa Cinta Alloh SWT juga dibutikan dari kata "Rohman" dan "Rohim" yaitu kasih dan sayang yang selalu kita baca setiap saat minimal 5 kali dan sudah tertulis dalam Kitab.

Kalo diamu itu udah "kasih" belum ya? apakah hanya memberikan kata" sayang" tanpa ada kasih? hehe 

Yusuf Abdhul Azis
- Orang biasa 
Mas Yusuf
Mas Yusuf Menyapa saya di : @yusufabdhul

2 comments for "Pengalaman Kasih Sayang dari Naik Bis Jawa Timuran"

  1. anjrit, cerito o cewek ea lah cup 🤨

    ReplyDelete
  2. Lah gk usahlah Wahib. Nek pengen yo jajal kowe numpak o bis ngajak crito

    ReplyDelete